Dengan Tubuh Babak Belur, Seorang PRT Laporkan Penganiayaan oleh Majikannya

Kompas.com - 09/02/2016, 12:07 WIB
Polisi menggerebek rumah majikan korban penganiayaan yang berlokasi di Jalan Moncokerto III, RT 14 RW 13, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusPolisi menggerebek rumah majikan korban penganiayaan yang berlokasi di Jalan Moncokerto III, RT 14 RW 13, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan tubuh luka lebam, seorang wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga melarikan diri dari rumah majikannya di kawasan Moncokerto, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2016).

Wanita itu melaporkan majikannya ke polisi atas dugaan penganiayaan oleh majikannya.

Saat melapor ke Mapolsek Metro Matraman, wanita berusia 20 tahun itu tampak ketakutan. Di tubuhnya terdapat sejumlah luka lebam dan bengkak serta bekas kekerasan akibat benda tumpul di bagian kepala, telinga, hidung, bibir, dan beberapa bagian lain.

Kepada polisi yang memeriksanya, perempuan tersebut mengaku mendapat kekerasan fisik dari majikannya. Ia mengaku pernah dipukul dengan sapu, sandal, serta disiram air panas dan disetrika.

"Disiram air panasnya sudah lama, di dada sini. Kalau salah, disiram air panas; dan di perut saya ada bekas setrika," kata korban, Selasa siang.

Korban melarikan diri dengan cara memanjat keluar rumah.

Saat ia melapor, polisi mencoba menenangkannya dan memintanya menceritakan kronologi kejadian.

"Kamu jangan takut, sekarang kamu sudah di kantor polisi," ujar petugas pemeriksa.

Saat ini, korban masih diperiksa di Sentra Pelayanan Kepolisian Mapolsek Metro Matraman. Polisi berencana membantu proses pembuatan visum terhadap korban.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Megapolitan
Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Buntut Kerumunan di Jakarta, Polisi Temukan Unsur Pidana dan Pemeriksaan Rizieq Shihab

Megapolitan
Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Kantor Kelurahan Pejaten Timur Dibuka Lagi Setelah Ditutup karena Ada ASN Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Wagub DKI Positif Covid-19, Anies Disebut dalam Kondisi Baik

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Wagub DKI Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota Ditutup Selama 3 Hari

Megapolitan
Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Pelintasan Sebidang di Jalur KA Palmerah Ditutup Permanen

Megapolitan
Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Sempat Ditutup, PN Jaksel Kembali Buka Layanan Persidangan dan PTSP

Megapolitan
DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

DPRD Bekasi: Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis Dampak dari Data Kemiskinan yang Buruk

Megapolitan
Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Balita Jadi Pengemis Meninggal Dunia, DPRD: Tak Ada Keterbukaan Data Orang Miskin

Megapolitan
Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Megapolitan
Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Megapolitan
PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

PN Jaksel Dibuka Lagi Setelah Ditutup 5 Hari karena Ditemukan Kasus Covid-19

Megapolitan
Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Damkar Jaktim Punya Aplikasi Go-Damkar untuk Percepat Pelayanan Pemadaman Kebakaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X