Polisi Telusuri Kemungkinan Pelaku Lain Penculikan dan Pembunuhan Bocah J

Kompas.com - 09/02/2016, 12:29 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih menelusuri kemungkinan ada atau tidaknya pelaku lain dalam penculikan dan pembunuhan bocah J (7) asal Depok, Jawa Barat.

"Makanya itu kami kembangkan. Bisa tunggal, bisa lebih dari satu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal di Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Saat ini, penyidik memeriksa intensif informasi terkait perkembangan kasus, termasuk keterangan JA (35), yang menjadi tersangka kasus ini.

JA diduga menculik dan membunuh J di rumahnya di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Menurut Iqbal, JA berulang kali mengatakan bahwa ada pelaku selain dirinya. (Baca: Motif Penculikan dan Pembunuhan Bocah J Masih Diselidiki).

Saat ditanya motif penculikan dan pembunuhan yang dilakukan JA tersebut, Iqbal menolak mengungkapkannya.

Sebab, menurut dia, penyidikan belum rampung dan polisi masih mencari bukti tambahan. Salah satu informasi yang akan dijadikan bukti dalam kasus ini adalah hasil otopsi terhadap J.

Adapun J ditemukan tewas di rumah penculiknya, yakni JA (35), di Jalan Albaido, Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (7/2/2016). (Baca: Jenazah Bocah Korban Penculikan Akan Dimakamkan di Garut).

Jenazah J ditemukan di kamar mandi. Seusai diotopsi di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, jenazah J dibawa pulang keluarganya untuk dikebumikan di Garut, Jawa Barat.

Kompas TV Tersangka Pembunuh Anak SD Masih



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

Megapolitan
Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab,  Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab, Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

Megapolitan
Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Megapolitan
KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

Megapolitan
Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Megapolitan
UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Megapolitan
Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Megapolitan
Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Megapolitan
Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X