124 Trayek Bus Besar di Jakarta Dipastikan Hilang

Kompas.com - 10/02/2016, 08:24 WIB
Salah satu bus Mayasari Bakti P55 (hijau) yang tengah menunggu penumpang tak jauh dari Halte Transjakarta Cawang. Mayasari Bakti P55 merupakan salah satu trayek bus besar yang bersinggungan dengan koridor transjakarta. Karena rute yang dilintasinya sebagian besar berhimpitan dengan layanan transjakarta koridor 9. Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu bus Mayasari Bakti P55 (hijau) yang tengah menunggu penumpang tak jauh dari Halte Transjakarta Cawang. Mayasari Bakti P55 merupakan salah satu trayek bus besar yang bersinggungan dengan koridor transjakarta. Karena rute yang dilintasinya sebagian besar berhimpitan dengan layanan transjakarta koridor 9.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta memastikan ada 124 trayek bus besar yang dihilangkan dalam penataan trayek (rerouting) angkutan umum di Jakarta.

Dari jumlah tersebut, 83 merupakan trayek lintas daerah, sedangkan 41 merupakan trayek dalam kota.

Kepala Dishubtrans Andri Yansyah mengatakan, yang dihilangkan adalah trayek yang selama ini saling tumpang tindih, baik dengan sesama bus besar maupun dengan transjakarta.

"Masih banyak trayek yang saling berhimpitan dengan trayek lainnya. Khususnya yang berhimpitan dengan koridor transjakarta," kata Andri saat dihubungi, Selasa (9/2/2016).

Dari data yang dimiliki Dishubtrans, beberapa trayek bus besar yang dihapus adalah PPD 41A (Kampung Rambutan-Dr Sutomo), Mayasari Bakti Patas AC 03 (Tanjung Priok-Kalideres), Jasa Utama 973 (Rawamangun-Grogol), Steady Safe 921 (Kampung Melayu-Terminal Blok M), dan Steady Safe 948 (Tanjungpriok-Kampung Melayu).

Meski ada 124 trayek yang dihilangkan, Andri menyebut ada 10 trayek yang dipertahankan. Menurut Andri, trayek yang  dipertahankan adalah trayek yang memiliki persentase bersinggungan tidak lebih dari 50 persen.

"Dan masih ada 8 trayek lainnya yang lagi kita pertimbangkan mau dihapus atau dipertahankan," ujar Andri.

Penataan ulang trayek bus besar merupakan tahap awal dari penataan ulang angkutan umum di Jakarta. Setelah bus besar, rerouting akan dilanjutkan dengan trayek bus sedang dan bus kecil (angkot).

Bus-bus yang trayeknya dihilangkan akan dialihkan ke kawasan yang belum terlayani angkutan umum.

Rerouting angkutan umum di Jakarta sendiri dilakukan setelah operator-operator angkutan umum menyatakan setuju bergabung dengan PT Transportasi Jakarta.

Dengan bergabungnya mereka ke PT Transjakarta, operator nantinya tidak akan lagi menuntut sopirnya untuk mengejar setoran. Operator akan menerima pembayaran dengan sistem rupiah per kilometer sehingga sopir bisa menerima gaji bulanan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengurus Gereja di Depok yang Cabuli Anak-anak Bimbingannya Dituntut 11 Tahun Penjara

Pengurus Gereja di Depok yang Cabuli Anak-anak Bimbingannya Dituntut 11 Tahun Penjara

Megapolitan
94 Keluarga di Cipinang Besar Selatan Hidup Berdampingan dengan TPU

94 Keluarga di Cipinang Besar Selatan Hidup Berdampingan dengan TPU

Megapolitan
2 Polisi Gadungan Ditangkap di Bekasi, Nenteng Pistol Korek Api Peras 3 Korban

2 Polisi Gadungan Ditangkap di Bekasi, Nenteng Pistol Korek Api Peras 3 Korban

Megapolitan
Tower 4 RS Wisma Atlet Kini Dipakai untuk Pasien Bergejala

Tower 4 RS Wisma Atlet Kini Dipakai untuk Pasien Bergejala

Megapolitan
Akhir Masa Kampanye, Azizah-Ruhamaben Perkuat Jaringan Saksi di Setiap TPS

Akhir Masa Kampanye, Azizah-Ruhamaben Perkuat Jaringan Saksi di Setiap TPS

Megapolitan
Viral Foto Wajah Penumpang KRL Berdarah karena Dipukul Satpam, KCI Sebut Sudah Damai

Viral Foto Wajah Penumpang KRL Berdarah karena Dipukul Satpam, KCI Sebut Sudah Damai

Megapolitan
Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Ditutup Permanen, Pembangunan Flyover atau Underpass Dikaji

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Ditutup Permanen, Pembangunan Flyover atau Underpass Dikaji

Megapolitan
Daftar Kegiatan yang Dihadiri Wagub DKI Riza Patria Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

Daftar Kegiatan yang Dihadiri Wagub DKI Riza Patria Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

Megapolitan
Anggota DPRD yang Pernah Kontak dengan Wagub DKI Disebut Telah Tes Swab

Anggota DPRD yang Pernah Kontak dengan Wagub DKI Disebut Telah Tes Swab

Megapolitan
Angkasa Pura II Persiapkan Tiga Hal Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Nataru

Angkasa Pura II Persiapkan Tiga Hal Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Nataru

Megapolitan
5 Warga Pluit Dilaporkan ke Polisi karena Tolak Proyek BTB School, Kuasa Hukum: Bentuk Intimidasi

5 Warga Pluit Dilaporkan ke Polisi karena Tolak Proyek BTB School, Kuasa Hukum: Bentuk Intimidasi

Megapolitan
Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Dirut RS Ummi Beberkan Alasan Rizieq Shihab Pulang dari RS dan Mengapa Pilih Lewat Pintu Belakang

Megapolitan
Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Lahan Gedung DPR Depan Stasiun Palmerah Akan Jadi Shelter Bus, Angkot, dan Ojol

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Wagub DKI Positif Covid-19, Kegiatan di Balai Kota Berjalan Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X