Tradisi Laki-laki Bertemu Perempuan di Kalijodo, Saat Airnya Masih Bersih

Kompas.com - 12/02/2016, 15:14 WIB
Kompas/Windoro Adi Sebanyak 27 rumah berlantai dua dan tiga yang berdiri di bantaran Kali Jodo, Jalan Jembatan Dua, RT 1 RW 10, Angke, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), Minggu (14/11/2010), dibongkar Suku Dinas Pekerjaan Umum, Tata Air, Jakbar. Pembongkaran berlangsung lancar. Menurut Kasudin PU Tata Air, Heryanto, hal ini bisa berlangsung karena proses sosialisasi sudah dilakukan sejak tahun 2008.

JAKARTA, KOMPAS.com — Di balik kelamnya pandangan orang tentang Kalijodo, pernah ada tradisi dan perayaan yang menggembirakan di sana, puluhan tahun yang lalu. Setidaknya, orang dulu mengenalnya dengan istilah perayaan peh cun.

Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, menceritakan betapa menariknya tradisi yang dilaksanakan di Kalijodo itu sekitar tahun 1950-an. Tradisi peh cun dilaksanakan bersamaan dengan pesta air yang bertempat di Kali Angke.

Pada zamannya, air di kali tersebut jernih dan bersih. Perayaan peh cun diikuti oleh warga Indonesia keturunan Tionghoa. Saat pesta air, banyak perahu melintas di Kali Angke. Tiap-tiap perahu diisi oleh laki-laki, dan perahu lainnya oleh perempuan.

"Perahunya itu perahu laki-laki bujangan, perahu perempuan perawan. Ya tentu, dia nyewa perahu, kan. Ini perempuan tiga-empat orang, laki-laki tiga-empat orang," kata Ridwan kepada Kompas.com, Jumat (12/2/2016).

Ketika laki-laki dan perempuan berada di perahu, si laki-laki mencari perempuan yang dia sukai. Jika ada yang disukai, laki-laki tersebut akan melempar kue tiong cu pia ke arah perempuan. Tiong cu pia merupakan kue dari campuran terigu yang di dalamnya terdapat kacang hijau.

"Kalau si laki-laki naksir kepada satu perempuan, dia timpuk pakai tiong cu pia. Akan tetapi, kalau itu cewek kagak naksir, kagak dibalas. Kalau naksir, dibalas lagi. Biasa itu laki ditimpuk sampai berkali-kali," tutur Ridwan. (Baca: Kembalikan Kalijodo ke Masa Kejayaannya...)

Saat itu, nama tempat tersebut masih Kali Angke, belum disebut Kalijodo. Suasana saat perayaan peh cun sangat ramai karena banyak orang di daerah sepanjang Kali Angke datang ke tempat yang kemudian dikenal bernama Kalijodo tersebut, bukan untuk ikut naik ke perahu, melainkan sekadar menonton.

"Kita ikut larut dalam pesta itu, walaupun enggak ikut main perahu. Kita terbawa oleh kegembiraan itu," ujar Ridwan. (Baca: Semalam di Kalijodo, Ditawari Minum dan Cewek...)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFidel Ali
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X