Kalijodo Berubah seperti Kramat Tunggak, Kenapa Tidak?

Kompas.com - 15/02/2016, 09:36 WIB
Suasana siang hari di kawasan Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara, Selasa (9/2/2016). Kawasan tersebut banyak berderet tempat hiburan malam. KOMPAS.COM/AKHDI MARTIN PRATAMASuasana siang hari di kawasan Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara, Selasa (9/2/2016). Kawasan tersebut banyak berderet tempat hiburan malam.
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Kalijodo, Jakarta Utara, menjadi tempat prostitusi kalangan kelas bawah terakhir yang ada di Jakarta. Sebelumnya, sederet lokasi prostitusi semacam Kalijodo telah ditutup oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kramat Tunggak, Jakarta Utara, salah satunya. Lokasi prostitusi yang didirikan pada 1970 oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin, ditutup pada akhir 1999.

Saat penutupan, Pemprov DKI melakukan sosialisasi dan pembinaan terlebih dulu bagi penghuni lokasi prostitusi itu. Pemprov, saat itu, juga memberikan uang ganti rugi.

Wali Kotamadya Jakarta Utara saat itu, Soebagio MM, menyediakan dana Rp 30 miliar untuk pembebasan kawasan Kramat Tunggak. Namun, pada APBD 2001, tambah lagi anggaran pembebasan kawasan seluas 11 hektar itu menjadi total Rp 100 miliar.


Meski mengeluarkan biaya yang cukup tinggi, Pemprov DKI berhasil mengubah potret hitam Kramat Tunggak.

Wisma-wisma yang dihuni penjaja seks dan mucikari kala itu sudah lenyap. Wanita penjaja seks pun sudah meninggalkan lokasi itu.

Padahal sebelumnya, Kramat Tunggak pernah dihuni oleh 1.615 wanita tunasusila, 258 germo, 700 pembantu pengasuh, 800 pedagang asongan, serta 155 tukang ojek dan tukang cuci. (harian Kompas, Senin 17 Oktober 2005)

Saat ini, telah berdiri bangunan Jakarta Islamic Center, plus bangunan masjid, di kawasan tersebut. Warga pun lebih tenang setelah ada perubahan di Kramat Tunggak.

Seperti pengakuan Pardi, yang ditemui Kompas.com, beberapa waktu lalu. Warga Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, itu mengaku warga di sini sekarang hidup lebih tenang.

Tidak ada lagi kisah pembunuhan dan berbagai kasus kriminal di kawasan tersebut. Bahkan, kata dia, para istri jadi jauh lebih tenang. Sebab, rumah tangga mereka menjadi tidak terganggu.

"Dulu banyak istri yang tidak tenang, khawatir suaminya tergoda dengan layanan prostitusi di sekitarnya," kata Pardi.

Kini, Pemprov DKI Jakarta di bawah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin mengubah wajah Kalijodo menjadi lebih baik, seperti Kramat Tunggak kini. Pemprov ingin mengembalikan kawasan Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Tidak seperti Gubernur DKI kala itu, Sutiyoso, yang memberi ganti rugi, Basuki menegaskan tidak akan memberikan hal semacam itu kepada warga. Namun, dia menjanjikan rumah susun bagi warga Kalijodo yang memang memiliki KTP DKI.

PSK yang tidak memiliki KTP DKI akan dipulangkan ke kampung halamannya. Mereka akan mendapat bekal keterampilan agar tidak lagi menjadi penjaja layanan untuk pria hidung belang.

Saat ini, aparat TNI dan polisi sudah melakukan sosialisasi di kawasan Kalijodo. Terlepas dari penolakan warga sekitar dan penghuni lokasi prostitusi, pemerintah sedang mendata setiap rumah yang ada di sana.

Apakah Basuki alias Ahok mampu mengulang keberhasilan Sutiyoso menertibkan Kramat Tunggak di Kalijodo? Mengapa tidak....

Kompas TV Ahok: Walkot Takut Tertibkan Kalijodo, Kita Ganti

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X