Warga Kalijodo ke Komnas HAM, Wali Kota Jakbar Siap Jelaskan Persoalan

Kompas.com - 15/02/2016, 12:10 WIB
Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/2/2016). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMWali Kota Jakarta Barat Anas Effendi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/2/2016).
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com — Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi tak ambil pusing menanggapi langkah warga Kalijodo yang melapor ke Komnas HAM.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melaksanakan penertiban sesuai dengan perintah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Baca: Dipimpin Daeng Azis, Warga Kalijodo Mengadu ke Komnas HAM)

"Biar saja," kata Anas singkat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Anas menambahkan, jika nanti Pemprov DKI Jakarta dipanggil Komnas HAM, ia siap datang untuk menjelaskan duduk perkara Kalijodo.

Dengan demikian, ia berharap tidak ada perbedaan persepsi terkait penertiban Kalijodo antara pemerintah dan warga.


"(Kalau) diundang (Komnas HAM), kita hadir. Nanti dijelaskan," kata Anas.

Sebelumnya, puluhan warga Kalijodo mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016).

Mereka datang dengan dipimpin tokoh masyarakat setempat, Daeng Azis. Warga Kalijodo datang ke Kantor Komnas HAM sekitar pukul 11.15 WIB. (Baca: Ini Solusi Ahok untuk Warga Kalijodo)

Mereka berencana mengadukan rencana penertiban tempat tinggal mereka oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan dilakukan bulan ini.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Megapolitan
Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Megapolitan
Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Megapolitan
Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Megapolitan
Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X