Warga Kalijodo Ini Ingin Buka Rental Playstation di Rusunawa Marunda

Kompas.com - 26/02/2016, 08:53 WIB
Barang-barang milik warga eks Kalijodo yang baru saja pindah ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (25/2/2016). Di Rusunawa Marunda, warga eks Kalijodo ditempatkan di Blok A11. Kompas.com/Alsadad RudiBarang-barang milik warga eks Kalijodo yang baru saja pindah ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (25/2/2016). Di Rusunawa Marunda, warga eks Kalijodo ditempatkan di Blok A11.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas warga Kalijodo sudah menempati tempat tinggal barunya di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Di tempat tersebut, mereka ditempatkan di Blok A11.

Setelah resmi pindah, warga eks Kalijodo yang selama ini memiliki usaha menyatakan masih ingin melanjutkan usahanya seperti di tempat yang lama. Jenis usaha yang digeluti warga beragam, mulai dari usaha makanan, toko kelontong hingga rental playstation.

Seperti yang dilakukan Lihat (40). Perempuan ini mengatakan saat masih tinggal di Kalijodo, keluarganya membuka rental playstation. Setelah pindah ke Rusunawa Marunda, Lihat mengatakan masih ingin melanjutkan usaha yang dikelola oleh salah satu anaknya itu.

"Tapi enggak tahu boleh apa enggak. Katanya sih boleh tapi harus di bawah," ujar ibu tiga anak ini.

Pantauan Kompas.com, di unit rusun yang ditempati Lihat terdapat sekitar 5 unit televisi. Televisi-televisi itulah yang mereka gunakan untuk rental playstation. Seperti Lihat, Miun (28) juga ingin melanjutkan usaha toko kelontongnya.

Bahkan, ia tampak sudah menjajakan barang-barang dagangannya di unit rusun yang mereka tempati. Ia tampaknya belum tahu jika penghuni Rusunawa Marunda dilarang membuka lapak usaha di unit rusun yang mereka tempati.

"Memang enggak boleh ya?" tanya bapak satu anak ini. (Baca: Warga Rusun Marunda Dilarang Berjualan di Depan Huniannya)

Sementara itu, Lianto (54) menyatakan akan melanjutkan usaha tempat makanan. Ia sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan jatah gerobak gratis yang disediakan pemerintah.

"Mungkin Minggu udah bisa mulai. Nanti jualannya di bawah," ujar dia.

Data di posko relokasi warga Kalijodo di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara menyebutkan sampai sejauh ini, sudah ada sekitar 193 keluarga warga eks Kalijodo yang pindah Rusunawa Marunda.

Mereka adalah warga yang memiliki rumah. Jumlah KK pemilik rumah di Kalijodo yang ada di Jakarta Utara tercatat mencapai sekitar 201 KK yang terdiri dari 665 jiwa. Jika mengacu ke data tersebut, artinya hanya tinggal delapan KK pemilik rumah yang belum pindah.

Warga Kalijodo yang tinggal di wilayah Jakarta Utara terdiri atas lima RT, masing-masing RT 01, 03, 04, 05 dan 06 yang seluruhnya berada di RW 05. Selain 201 KK pemilik rumah, ada pula 525 KK yang mengontrak. Mereka terdiri dari 1603 jiwa. Namun, mereka tidak akan mendapatkan jatah unit rusun. Mereka pun diimbau untuk mencari tempat tinggal di tempat lain.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Pasien di RSPI Sulianti Saroso Terus Bertambah

Kasus Covid-19 Melonjak, Pasien di RSPI Sulianti Saroso Terus Bertambah

Megapolitan
7 Pengedar Narkoba Ditangkap, Edarkan 75 Kg Ganja Pakai Bungkusan Dodol

7 Pengedar Narkoba Ditangkap, Edarkan 75 Kg Ganja Pakai Bungkusan Dodol

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Polisi Akan Panggil Anji dan Hadi Pranoto | Tukang Becak Meninggal di Atas Becaknya, Reaktif Covid-19

[POPULER JABODETABEK] Polisi Akan Panggil Anji dan Hadi Pranoto | Tukang Becak Meninggal di Atas Becaknya, Reaktif Covid-19

Megapolitan
Jakarta Catat 4 Kali Lonjakan Kasus Covid-19 Dua Pekan Terakhir, Berikut Datanya

Jakarta Catat 4 Kali Lonjakan Kasus Covid-19 Dua Pekan Terakhir, Berikut Datanya

Megapolitan
Pemprov DKI Susun Peraturan Denda Progresif bagi Pelanggar PSBB

Pemprov DKI Susun Peraturan Denda Progresif bagi Pelanggar PSBB

Megapolitan
6 Sekolah di Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka, Kemendikbud: Melanggar SKB 4 Menteri

6 Sekolah di Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka, Kemendikbud: Melanggar SKB 4 Menteri

Megapolitan
Sistem Tilang Elektronik di Depok Akan Dipasang dalam 3 Tahap

Sistem Tilang Elektronik di Depok Akan Dipasang dalam 3 Tahap

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Melonjak, PSI Dorong Anies Ambil Kebijakan Rem Darurat

Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Melonjak, PSI Dorong Anies Ambil Kebijakan Rem Darurat

Megapolitan
Tawuran Berkali-kali Terjadi di Johar Baru, 4 Orang Ditangkap

Tawuran Berkali-kali Terjadi di Johar Baru, 4 Orang Ditangkap

Megapolitan
Dua Bulan Pelonggaran PSBB, Kasus Covid-19 di Depok Melonjak

Dua Bulan Pelonggaran PSBB, Kasus Covid-19 di Depok Melonjak

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Mayoritas Jakarta Cerah Berawan, Bogor Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Mayoritas Jakarta Cerah Berawan, Bogor Hujan

Megapolitan
Kisah Wartawan Positif Covid-19, Takut OTG sampai Akhirnya Terinfeksi

Kisah Wartawan Positif Covid-19, Takut OTG sampai Akhirnya Terinfeksi

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus di Depok: Tambah 28 Kasus, Temuan Terbanyak Sejak Pelonggaran PSBB

UPDATE 4 Agustus di Depok: Tambah 28 Kasus, Temuan Terbanyak Sejak Pelonggaran PSBB

Megapolitan
Depok Akan Terapkan Tilang Elektronik Mulai September, Kamera ETLE Dipasang di 2 Lokasi

Depok Akan Terapkan Tilang Elektronik Mulai September, Kamera ETLE Dipasang di 2 Lokasi

Megapolitan
Evaluasi Hari Pertama Ganjil Genap DKI, Pelanggar Capai 1.195 Kendaraan

Evaluasi Hari Pertama Ganjil Genap DKI, Pelanggar Capai 1.195 Kendaraan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X