BKSP Jabodetabekjur Ajukan Bantuan Rp 4,8 Triliun kepada Pemprov DKI untuk Daerah Mitra

Kompas.com - 26/02/2016, 22:00 WIB
Gubernur Banten Rano Karno usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat (26/2/2016) Kompas.com/Alsadad RudiGubernur Banten Rano Karno usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat (26/2/2016)
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur mengajukan bantuan sebesar Rp 4,8 triliun kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada tahun anggaran 2017.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur daerah mitra. (Baca: Rano Karno: Sejak Ketuanya Gubernur Banten, BKSP Tidak Akan Mati Suri!).

Kepala BKSP, Rano Karno mengatakan, total usulan yang diajukan kepada Pemprov DKI mencapai RP 4,8 triliun.

Anggaran tersebut untuk beberapa daerah, seperti Banten, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, dan Cianjur.

"Usulan totalnya mungkin sampai Rp 4 triliun lebih," ujar Rano Karno saat penyerahan usulan bantuan keuangan pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bodetabekjur tahun anggaran 2017, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Usulan tersebut nantinya akan diverifikasi terlebih dahulu. Masing-masing daerah akan mendapatkan bantuan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan.

"Ini kan baru usulan belum verifikasi. Masing-masing daerah besar kecilnya beda-beda," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku akan menampung usulan dari BKSP. Pihaknya akan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan.

"Biasa usulan kami tampung semua. Yang sering terjadi daerah enggak siap eksekusi dokumen. Kami sih oke saja. Saya bilang kalau cuma 5-6 daerah mau Rp 5-6 triliun juga oke saja. Tapi tentu ada verifikasi," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X