Modifikasi Cuaca, Strategi Bakal Cagub DKI Atasi Banjir di Jakarta

Kompas.com - 28/02/2016, 20:01 WIB
Kader Partai Demokrat, Hasnaeni Moein (berkerudung biru) saat berada di kolong tol Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/1/2016). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaKader Partai Demokrat, Hasnaeni Moein (berkerudung biru) saat berada di kolong tol Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/1/2016).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Hasnaeni Moein mengaku  memiliki strategi untuk mengatasi banjir di DKI Jakarta, yaitu dengan melakukan modifikasi cuaca setiap kali musim hujan datang.

"Di DKI akan kita buat modifikasi cuaca, butuh dana 200 miliar," kata Hasnaeni usai menghadiri pelantikan pengurus Hanura DKI Jakarta di Tennis Indoor Senayan, Minggu (28/2/2016).

Menurut Hasnaeni, cara itu akan sangat efektif dan efisien dalam mengatasi banjir. Dia pun membandingkan strategi itu dengan pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) yang menurut dia tidak terlalu efektif.

"Gorong-gorong DKI tidak connecting di BKT. Jadi percuma padahal dana pembangunannya Rp 6 triliun," ucap dia.

Selain program untuk mengatasi banjir, Hasnaeni juga menawarkan program kesehatan bagi masyarakat DKI Jakarta. Nantinya, masyarakat Jakarta akan memiliki kartu tanda penduduk yang disebutnya KTP Jitu, untuk menggantikan KTP yang ada saat ini.

KTP Jitu itu akan bekerja multifungsi, termasuk untuk menggantikan program BPJS Kesehatan yang dia nilai tak maksimal.

"Jadi orang berobat cukup pakai KTP DKI," ucapnya.

Hasnaeni pun mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah parpol untuk maju sebagai cagub DKI. Kunjungannya ke Hanura hari ini, termasuk untuk mencari dukungan politik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Hari Keempat Larangan Mudik, 100 Kendaraan Diputar Balik di Posko Penyekatan Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Polisi Bubarkan Antrean Pengunjung Mal BTM Bogor yang Mengular hingga Jalan

Megapolitan
Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Cara Baru Penentuan Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Kodam Jaya Pastikan Kawal Proses Hukum Kasus Pengadangan Babinsa oleh Debt Collector

Megapolitan
Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Jelang Lebaran, Ini Siasat Pemkot Jakpus Hadapi Lonjakan Pengunjung di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Mudik Lebaran Dilarang, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Drastis hingga 90 Persen

Megapolitan
Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X