Akhir "Kegalauan" Ridwan Kamil...

Kompas.com - 01/03/2016, 07:39 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menggelar jumpa pers terkait keputusannya untuk tak ikut serta di Pilkada DKI Jakarta, di Balai Kota Bandung, Senin (29/2/2016) KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menggelar jumpa pers terkait keputusannya untuk tak ikut serta di Pilkada DKI Jakarta, di Balai Kota Bandung, Senin (29/2/2016)
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak namanya muncul dalam bursa cagub DKI dari Partai Gerindra, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tidak pernah memberi jawaban tegas tentang kemungkinan dia ikut Pilkada DKI 2017.

Pria yang dikenal dengan nama Emil ini tidak pernah sekalipun hadir dalam acara yang digelar Partai Gerindra untuk para bakal cagub.

Ketika itu, Emil seolah bingung dalam menentukan pilihannya apakah akan bertarung pada Pilkada DKI Jakarta atau tidak. (Baca juga: Ridwan Kamil: Saya Akan ke Jakarta, tetapi Tidak Sekarang).

Hal ini sempat dia tunjukkan ketika hadir dalam acara hari jadi Gerindra ke-8 di DPC Gerindra Kota Bandung, Jalan Kliningan, Sabtu (6/2/2016).

Dalam acara tersebut, salah seorang kader Partai Gerindra bertanya soal rencana Emil melaju di Pilkada DKI Jakarta.

Saat itu, Emil mengaku tengah rutin shalat istikharah untuk mendapatkan petunjuk terkait hal tersebut.

"Menjawab pertanyaan tadi, saya saat ini sedang istikharah," kata Emil. Dia sempat mengaku berat meninggalkan Bandung karena masih banyak pekerjaan rumahnya selaku Wali Kota yang belum dikerjakan.

Menurut dia, memimpin Bandung adalah amanat yang harus diselesaikan hingga masa jabatannya berakhir pada 2018.

"Di sini (Bandung) saya amanat. Di sana (di Jakarta) saya diminta-minta. Nah, yang minta-minta saya, di sini saya dengarkan dulu, meneliti. Tabbayun istilahnya mah," kata Emil.

Berkunjung ke sejumlah tokoh

Kegalauan Emil juga terlihat dari kunjungan yang dia lakukan ke sejumlah tokoh nasional. Menurut Emil, kunjungannya itu dilakukan dalam rangka meminta saran.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X