Pasukan Oranye dan Pekerja Harian Lepas Dapat BPJS Kesehatan

Kompas.com - 01/03/2016, 19:23 WIB
Sejumlah petugas pemeliharaan prasarana dan sarana umum (PPSU) membersihkan saluran air disekitar wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu (30/12/2015) Dian Ardiahanni/Kompas.comSejumlah petugas pemeliharaan prasarana dan sarana umum (PPSU) membersihkan saluran air disekitar wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu (30/12/2015)
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyediakan fasilitas jaminan kesehatan untuk para pegawai kontrak.

Yang termasuk dalam pegawai kontrak ini antara lain adalah pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) atau dikenal dengan sebutan pasukan oranye, pekerja harian lepas (PHL), pekerja kontrak dengan waktu tertentu (PKWT), dan pegawai tidak tetap (PTT).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menuntut lurah dan camat harus bergerak cepat mengawasi PPSU yang terbaring sakit.

"Tolong kasih saya napas lebih panjang. Lurah harus lebih cepat dari saya untuk memonitor mana saja PPSU yang sakit," kata Ahok saat menyampaikan sambutan pada penandatanganan perjanjian kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan BPJS Kesehatan di Balai Kota, Selasa (1/3/2016).

Kepala Divisi Regional IV BPJS Kesehatan DKI Jakarta Kisworowati meminta para lurah segera menyerahkan data pegawai kontrak dan PPSU beserta anggota keluarganya. Mereka hanya perlu mendaftarkan nomor induk kependudukan (NIK).

"Kalau bisa kelengkapan administrasi pegawai kontrak dan anggota keluarga selesai minggu ini. Biar bisa kami masukkan ke BPJS kami," kata Kisworowati.

Keuntungan yang akan didapat antara lain tanggungan biaya saat berobat, persalinan, rawat inap, layanan ambulans, dan lainnya. Sementara itu, hal yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan antara lain pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri serta kecelakaan lalu lintas.

Kepesertaan BPJS Kesehatan bagi pegawai kontrak mulai aktif pada 1 Maret 2016.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Megapolitan
Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Megapolitan
Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Megapolitan
Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Megapolitan
Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Megapolitan
Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Megapolitan
Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Megapolitan
Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Megapolitan
Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengendara Motor Tewas usai Terobos Lampu Merah dan Tabrak Mobil | Pedagang di Tangsel Diancam Dirusak Lapaknya oleh Ormas

[POPULER JABODETABEK] Pengendara Motor Tewas usai Terobos Lampu Merah dan Tabrak Mobil | Pedagang di Tangsel Diancam Dirusak Lapaknya oleh Ormas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.