Hamzah Haz Jenguk Putranya di Mapolda Metro Jaya

Kompas.com - 02/03/2016, 15:47 WIB
Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengunjungi anaknya Ivan Haz pada Rabu (2/3/2016). Ivan ditahan terkait kasus penganiayaan kepada pembantu rumah tangganya T (20 tahun). Akhdi Martin PratamaMantan Wakil Presiden Hamzah Haz menyambangi Polda Metro Jaya untuk mengunjungi anaknya Ivan Haz pada Rabu (2/3/2016). Ivan ditahan terkait kasus penganiayaan kepada pembantu rumah tangganya T (20 tahun).
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, Rabu (2/3/2016), mendatangi Markas Polda Metro Jaya untuk menjenguk putranya, Fanny Syafriansyah atau Ivan Haz, yang saat ini ditahan di sana. Ivan menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan pembantu rumah tangganya (PRT).

Hamzah tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 14.00 WIB dengan menggunakan mobil Kijang Innova berwarna hitam. Ia menggunakan baju batik lengan panjang berwarna hitam dan emas.

Istri, kerabat, serta kuasa hukum Ivan, yaitu Tito Hananta Kusuma, turut menemani Hamzah.

Saat memasuki Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Hamzah bungkam. Ia keluar dari Gedung Ditkrimum sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketika ditanyai para awak media, Hamzah enggan berkomentar banyak tentang kasus yang menjerat putranya itu.

"Saya serahkan semua kepada kepolisian," ujarnya.

Hamzah meminta semua pihak mendoakannya agar kuat menghadapi musibah yang terjadi.

"Kehidupan itu Allah yang ngatur. Doakan saya, mudah-mudahan saya kuat menghadapi musibah ini," katanya.

Saat ditanya bagaimana kondisi putranya, Hamzah mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja.

"Kondisinya baik, doakan saja," katanya.

Ivan ditahan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangganya, T (20 tahun). Ivan dijerat Pasal 44 ayat 1 dan 2 serta Pasal 45 UU No 23 Tahun 2004 dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 30 juta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Megapolitan
TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X