Digadang Ahok Jadi Cawagub, Akankah Nasib Heru Budi seperti Sarwo Handayani?

Kompas.com - 05/03/2016, 08:42 WIB
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Balai Kota, Jumat (4/3/2016). Heru merupakan salah orang yang dipertimbangkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjadi calon wakil gubernurnya pada Pilkada 2017. Kompas.com/Alsadad RudiKepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Balai Kota, Jumat (4/3/2016). Heru merupakan salah orang yang dipertimbangkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjadi calon wakil gubernurnya pada Pilkada 2017.
|
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali menggadang pegawai negeri sipil (PNS) untuk menjadi calon wakil gubernurnya.

Kali ini, Basuki atau Ahok menyebut akan menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. (Baca: Akan Digandeng Ahok Jadi Wagub, Ini Kelemahan Heru Budi).

Tentunya, langkah ini diambil Basuki jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak mengizinkan Djarot Saiful Hidayat kembali mendampinginya.

Jika melihat beberapa waktu ke belakang, Ahok juga pernah menggembar-gemborkan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani (Yani) menjadi cawagubnya.

Saat itu, Joko Widodo terpilih menjadi Presiden RI dan Ahok mencari cawagubnya. Ahok bersikeras memilih Yani dan Djarot ketika PDI-P justru akan mencalonkan Ketua DPD PDI-P DKI Boy Sadikin.

Pada akhirnya, PDI-P mengizinkan Djarot menjadi cawagub Ahok. Yani pun ditinggal Ahok.

Meskipun sempat memuji Yani sebagai pegawai negeri sipil (PNS) berkualitas, belakangan Ahok meragukan kemampuan komisaris PT MRT Jakarta itu.

"Bu Yani apa berani mencoret (memecat) teman-temannya (pejabat) dan PNS DKI? Mereka sudah kenal lama," kata Ahok, medio November 2014 lalu.

"Bu Yani sudah teruji baik bekerja, tetapi dia belum teruji jadi wagub. Kita enggak tahu karakter seseorang seperti apa kalau belum jadi wagub. Tetapi, harusnya karakter Bu Yani tidak berubah, sudah usia 60 tahun," ujar dia lagi.

Lantas, akankah keraguan yang sama ditujukan Ahok kepada Heru? Sejauh ini, Ahok belum menunjukkan keraguannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Megapolitan
Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Megapolitan
Bobol Minimarket di Palmerah, Pencuri Gondol Rokok, Kosmetik, dan Uang

Bobol Minimarket di Palmerah, Pencuri Gondol Rokok, Kosmetik, dan Uang

Megapolitan
Warga Bekasi di Zona Hijau Covid-19 Diizinkan Shalat Jumat di Masjid Mulai Jumat Pekan Depan

Warga Bekasi di Zona Hijau Covid-19 Diizinkan Shalat Jumat di Masjid Mulai Jumat Pekan Depan

Megapolitan
7 Penganiaya Warga Depok yang Ronda Ditangkap, Sempat Berpindah-pindah Kota

7 Penganiaya Warga Depok yang Ronda Ditangkap, Sempat Berpindah-pindah Kota

Megapolitan
Setelah Lebaran, Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Setelah Lebaran, Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X