Ahok: Yang Baru Jadi Anggota DPR RI Jangan Belagu, Saya Pernah di Sana

Kompas.com - 08/03/2016, 13:14 WIB
Seorang pengumpul barang bekas berusaha memisahkan batangan besi yang menyatu dengan puing bangunan rumah warga di Kalijodo Jakarta, Kamis (3/3/2016). Nantinya, lahan ini akan dibuat menjadi taman berkonsep ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Dian Ardiahanni/Kompas.comSeorang pengumpul barang bekas berusaha memisahkan batangan besi yang menyatu dengan puing bangunan rumah warga di Kalijodo Jakarta, Kamis (3/3/2016). Nantinya, lahan ini akan dibuat menjadi taman berkonsep ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama naik pitam ketika mendengar rencana Komisi III DPR RI ingin memanggilnya terkait penertiban Kalijodo. Basuki alias Ahok merasa pemanggilan tersebut tidak sesuai prosedur.

"Saya kan pernah di DPR RI. Yang baru jadi anggota DPR jangan belagulah. Gue juga mantan dari lu juga. Gue tahu kok prosedur kamu seperti apa. Jadi enggak usah menyalahgunakan kekuasaan gitulah," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (8/3/2016).

Ahok mempertanyakan urgensi pemanggilan tersebut. Seolah-olah dia telah melakukan pelanggaran hukum sampai harus dipanggil DPR RI.

Sekalipun ada pelanggaran, Ahok heran mengapa harus DPR RI yang memanggil. Biasanya DPRD DKI yang berperan melakukan hal itu. Ahok juga merasa pemanggilan terhadapnya salah sasaran.


"Masa mau tahu status hukum saya tanya ke saya, kalau dia nuduh saya maling, maling mana mau ngaku. Kan lucu kan, buang-buang waktu saya aja namanya, lucu aja," ujar dia.

Ahok juga menyoroti kondisi di DPR RI yang sering tidak akur di internal mereka. Dia meminta anggota DPR RI menyelesaikan masalah internal terlebih dahulu sebelum memanggilnya. (Baca: DPR Berencana Panggil Ahok.)

"Kawan-kawan di DPR aja berantem kok. Manggil saya alasannya apa DPR? Perlu panggil saya apa nggak?" kata Ahok.

Komisi III DPR RI berencana memanggil Ahok dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dalam waktu dekat. Pemanggilan itu dilakukan menyusul penertiban kawasan Kalijodo beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa mengatakan, selain persoalan Kalijodo, ada beberapa persoalan hukum lain yang ingin diketahui Komisi III, di antaranya masalah RS Sumber Waras serta dugaan perdagangan di tempat hiburan malam seperti Alexis.

Menurut Desmond, pemanggilan terhadap Ahok dan Tito merupakan hasil keputusan yang diambil dalam rapat Panja Penegakan Hukum setelah Pemprov DKI menggusur kawasan Kalijodo.

Kompas TV Kalijodo Kini Tinggal Puing-puing

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X