Kompas.com - 16/03/2016, 10:06 WIB
Ketua Presidium Majelis Kedaulatan Rakyat Iindonesia (MKRI), Ratna Sarumpaet berorasi di depan ratusan warga di Kawasan kantor LBH Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2013). Selain berorasi MKRI juga membagikan ratusan paket sembako kepada rakyat sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap harga sembako belakangan ini harganya sangat tinggi. BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA ANGGA BHAGYA NUGRAHAKetua Presidium Majelis Kedaulatan Rakyat Iindonesia (MKRI), Ratna Sarumpaet berorasi di depan ratusan warga di Kawasan kantor LBH Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2013). Selain berorasi MKRI juga membagikan ratusan paket sembako kepada rakyat sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap harga sembako belakangan ini harganya sangat tinggi. BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa pekan terakhir ini, ramai pemberitaan tentang pernyataan pekerja seni sekaligus aktivis hak asasi manusia, Ratna Sarumpaet. Ia menyebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mampu membeli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan TNI.

Namun, siapa sangka, Ratna pernah mendukung sikap keras Basuki dalam memimpin Ibu Kota. Saat masih menjadi Wakil Gubernur DKI, Basuki terlihat beberapa kali dikunjungi Ratna di Balai Kota.

Contohnya, pada 7 Juni 2013 lalu, Ratna mengunjungi Basuki di Balai Kota. Ratna menyebut kedatangannya ke Balai Kota hanya untuk bersilaturahim sebagai teman lama.

"Ke sini cuma ketemu teman lama saja. Kan saya ikut dukung beliau, jadi wajar saja," kata Ratna saat itu.

Sementara itu, Basuki menyebut kedatangan Ratna terkait pergelaran budaya.

"Oh (sama Ratna) teman lama. Beliau mau buat panggung dan minta diskon. Ya saya bilang, silakan saja ke TIM (Taman Ismail Marzuki) kalau lewat saya kan biasanya bisa mudah," ujar Basuki.

Kemudian, dukungan Ratna juga diungkapkan saat menyambangi Balai Kota pada 25 Juli 2013 lalu. Bahkan, menurut dia, sikap keras seorang pemimpin memang diperlukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya, memang harus keras. Indonesia ini harus dikerasin, apalagi Jakarta," ujar Ratna.

Kembali, ia menyebut kedatangannya hanya sebagai silaturahim teman lama. Dalam kunjungannya, Ratna mengaku tidak memberi saran atau kritik bagi kinerja Basuki dalam memimpin DKI Jakarta.

"Nanti seolah-olah saya mengawasi atau sebagai atasannya. Dia (Basuki) teman saya, setiap saat saya tengokin," kata Ratna.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Megapolitan
Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat 'Crowd Free Night'

Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat "Crowd Free Night"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.