Saat Taufik Bertemu Relawan Ahok dalam Sebuah Diskusi

Kompas.com - 16/03/2016, 15:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama setelah bertemu Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, di Balai Kota, Senin (14/12/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama setelah bertemu Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, di Balai Kota, Senin (14/12/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam diskusi publik bertema "Merebut Kursi DKI 1", Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik "diserang" seorang yang mengaku sebagai relawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Relawan itu bernama Kanjeng Norman Hadinegoro. Dia mengaku sebagai Ketua Komunitas Ahok Jakarta Barat.

Dalam diskusi itu, Norman menyindir Taufik dan anggota DPRD DKI lainnya yang terlihat ngotot membahas kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama ketika anggota Dewan berbondong-bondong mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempertanyakan kasus tersebut.

"Saya lihat Bang Taufik ini waktu di KPK, ngapain sahabat saya ini di sana? Benci, boleh benci sama Ahok, tetapi jangan kayak begitulah," kata Norman dalam diskusi di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Rabu (16/3/2016).

Norman mengatakan, di tangan Ahok, kawasan seperti Kalijodo akhirnya bisa ditertibkan. Ia menyebut Ahok sebagai pemimpin yang memiliki terobosan.

Menurut Norman, Ahok bisa mengukir sejarah jika bisa berhasil memenangi Pilkada DKI Jakarta 2017 lewat jalur independen.

"Ahok bakal mengukir sejarah di masyarakat Indonesia. Catat itu. Ini pun jadi pelajaran buat partai supaya kalau cari orang itu yang bagus," ujar Norman.

Setelah Norman selesai berbicara, Taufik menimpali. Menurut Taufik, Norman tidak mengenal betul sosok Ahok.

"Ahok tuh kami yang bawa, bukan ente yang bawa," ujar Taufik.

Taufik tidak setuju dengan pernyataan Norman soal penertiban kawasan Kalijodo. Menurut dia, Ahok memang berhasil menggusur, tetapi cara yang ditempuh Ahok bukanlah cara-cara yang manusiawi. Taufik mengatakan, cara Ahok berlawanan dengan visi dan misi Gerindra.

"Ahok sudah keluar dari komitmen kami soal membangun tanpa menyakiti. Jokowi, dulu, waktu menggusur, kami enggak ribut, tuh, karena Jokowi berdialog," ujar Taufik.

"Saya kira saya mau ajak Pak Norman kembalilah ke jalan yang benar," tambah Taufik.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Megapolitan
Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

Megapolitan
Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X