Penegakan Hukum Lemah, Prostitusi Daring Marak

Kompas.com - 18/03/2016, 20:23 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorIcha Rastika
JAKARTA, KOMPAS — Praktisi teknologi informasi Ruby Alamsyah menilai maraknya bisnis prostitusi daring (online) atau memanfaatkan internet disebabkan penegakan hukum yang masih lemah.

Para pelaku tidak takut menjalankan bisnis prostitusi daring karena hukumannya ringan.

Hasil penelusuran Kompas di internet, masih banyak situs-situs internet ataupun akun media sosial yang menawarkan pekerja seks komersial.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap suami istri berinisial SF dan YH yang mengelola prostitusi daring, Kamis (17/3/2016).

Polisi juga mengamankan dua pekerja seks komersial berinisial RJ (17) dan I (25) di sebuah hotel di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Modus komplotan ini adalah menawarkan pekerja seks komersial melalui media sosial dan situs internet kemudian pembayaran dilakukan dengan transfer.

Menurut Ruby yang dihubungi Jumat (18/3/2016), vonis hukuman untuk pelaku yang kurang tinggi tidak menimbulkan efek jera.

"Kurangnya sumber daya manusia dan peralatan yang dimiliki kepolisian juga menjadi kendala. Hanya kepolisian di tingkat kepolisian daerah yang bisa mengungkap kasus semacam ini, tetapi itu pun hanya terbatas di polda tertentu," kata Ruby.

Ruby menambahkan, melalui media sosial, para pelaku sangat terbantu karena dapat mengiklankan bisnis prostitusi daring tanpa susah payah.

----


Artikel ini sebelum ditayangkan Kompas Siang, edisi Jumat, 18 Maret 2016, dengan judul "Penegakan Hukum Lemah, Prostitusi Daring Marak"

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Megapolitan
DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

Megapolitan
Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Megapolitan
Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Megapolitan
Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Megapolitan
DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

Megapolitan
Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Megapolitan
Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Megapolitan
Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Megapolitan
Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Megapolitan
Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Megapolitan
DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

Megapolitan
2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X