Kompas.com - 24/03/2016, 15:18 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Aryo Djojohadikusumo, mengajak Sandiaga Uno dengarkan aspirasi warga di Warakas, Tanjung Priok, Kamis (24/3/2016). Nibras Nada NailufarAnggota Komisi VII DPR RI Aryo Djojohadikusumo, mengajak Sandiaga Uno dengarkan aspirasi warga di Warakas, Tanjung Priok, Kamis (24/3/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, Kamis (24/3/2016), diajak anggota Komisi VII DPR RI, Aryo Djojohadikusumo, yang juga dari Gerindra, mengunjungi warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam acara tersebut, Sandiaga mendengar tanya-jawab antara warga dengan Aryo. Berbagai keluhan yang disampaikan warga seputar kebutuhan hidup yang semakin tinggi.

"Sudah 40 hari saya turun mengunjungi warga. Saya dengarkan semua keluhan. Banyak yang khawatir gelombang PHK, dan susah cari kerja. Sekarang jadinya penghasilan turun biaya kebutuhan naik," kata Sandi.

Ia pun meminta dukungan warga agar ia kelak berkesempatan untuk membereskan rentetan masalah itu.

"Saya ingin menawarkan solusi, insya Allah kalau partainya Pak Aryo menyokong saya, saya akan membuat taraf hidup DKI Jakarta lebih baik," ujarnya.

Warga yang hadir mayoritas ibu-ibu. Mereka belum mengenal sosok Sandiaga Uno. Namun mereka antusiasme melihat tampang pengusaha yang kini hendak beralih haluan menjadi politisi itu.

"Ya ampun, awet muda ya, ganteng banget," kata seorang ibu dalam kerumunan.

Usai tanya jawab, para ibu-ibu pun berebut untuk foto bersama Sandi.

Sejak menyatakan siap diusung sebagai calon gubernur pada akhir tahun lalu, Gerindra terus mengawal Sandiaga. Selasa lalu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, turut hadir saat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia melantik Sandiaga sebagai ketua umum. (Prabowo: Sandiaga Uno Penuhi Kriteria Pemimpin.)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Megapolitan
Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Megapolitan
Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Megapolitan
Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Megapolitan
Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Megapolitan
Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Megapolitan
Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Megapolitan
Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Megapolitan
Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Megapolitan
Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Megapolitan
Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong Tangsel Terungkap Saat Ibu Korban Mengecek Ponsel Anaknya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong Tangsel Terungkap Saat Ibu Korban Mengecek Ponsel Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.