Warga Polandia Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Dekat Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 27/03/2016, 09:48 WIB
Ilustrasi gantung diri KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi gantung diri
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergantung di pohon lapangan sepak bola PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (27/3/2016) pagi.

Petugas piket Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Brigadir Joko, membenarkan tentang penemuan mayat tersebut.

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan saksi bernama Komarudin, mayat tersebut ditemukan tergantung di pohon sekitar pukul 05.30 WIB.

"Iya benar, mayat tersebut tergantung di seutas tali untuk panjat tebing berwarna hitam. Ditemukan juga dua buah ransel berwarna biru dan paspor di sekitar lokasi," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/3/2016).

Joko menambahkan, dari paspor yang ditemui di sekitar lokasi, diketahui mayat tersebut adalah warga negara asing (WNA) berasal dari Polandia atas nama Michal Jaroslaw Gorlikowski (35).

"Dari paspornya bernama Gorlikowski/Michal Jaroslaw kelahiran Polsky/Polish/Polonais 8 Juni 1985," tambahnya.

Joko menuturkan, dugaan sementara, Michal tewas karena bunuh diri. Namun, saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian Michal.

"Dugaan sementara tewas karena gantung diri. Saat ini masih didalami," ucapnya.

Saat ini, mayat tersebut berada di RSUD Tangerang untuk dilakukan otopsi. Petugas dari Polresta Bandara Soekarno-Hatta kini tengah meminta keterangan dari saksi-saksi terkait penemuan mayat tersebut.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X