Cisarua Antisipasi Serbuan PSK Eks Kalijodo

Kompas.com - 28/03/2016, 21:48 WIB
Suasana di dalam salah satu kafe yang ada di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2016) dini hari. Rata-rata kafe di Kalijodo menjajakan minuman bir dan perempuan pekerja seks komersial. 








Andri Donnal PuteraSuasana di dalam salah satu kafe yang ada di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2016) dini hari. Rata-rata kafe di Kalijodo menjajakan minuman bir dan perempuan pekerja seks komersial.
EditorEgidius Patnistik

CISARUA, KOMPAS.com - Camat Cisarua Bogor, Jawa Barat, Bayu Rahmawanto, mulai mengantisipasi perpindahan pekerja seks komersial (PSK) eks Kalijodo ke kawasan Puncak Bogor.

"Ya, kami memang khawatir Puncak jadi sasaran para PSK Kalijodo," ujar Bayu kepada TribunnewsBogor.com, Senin (28/3/2016).

Saat ini, sambung Bayu, praktek prostitusi dilakukan secara tersembunyi di dalam rumah kontrakan.

"Sekarang ini kami masih melakukan penyisiran ke rumah kontrakan warga," kata dia.

Dari informasi yang dia terima, para PSK mencoba mengelabui pemilik kontrakan dengan alasan bekerja di rumah makan ataupun kafe di Kawasan Puncak.

"Masih kami data, mereka itu benar bekerja sebagai pelayan rumah makan atau bukan," jelasnya.

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di atas kawasan Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (6/3/2016) mulai terlihat. Itulah situasi terkini di Kalijodo setelah digusur paksa pada akhir bulan lalu.

Pengerjaan seperti pengerukan dan pemasangan pondasi sudah dikerjakan sejak beberapa hari terakhir.

Pantauan di lokasi, material bangunan seperti batu kali dan pasir dalam jumlah banyak terdapat di kawasan Kalijodo yang beberapa hari lalu dibongkar Pemprov DKI.

Puing-puing di pinggir jalan inspeksi sepanjang 500 meter pun sudah dikeruk dan dibersihkan.

Sementara itu dua unit alat berat backhoe masih juga terlihat di tempat itu meski tidak sedang bekerja.

Di sisi lain, sejumlah buruh bangunan tampak membuat pondasi dari batu kali yang ukurannya telah diperkecil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X