Kompas.com - 31/03/2016, 11:20 WIB
Rabu (30/3/2016), Daerah Pasar Ikan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara yang rencananya akan ditertibkan oleh Pemprov DKI. Kompas.com/David Oliver PurbaRabu (30/3/2016), Daerah Pasar Ikan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara yang rencananya akan ditertibkan oleh Pemprov DKI.
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menertibkan permukiman liar di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Setelah penertiban, Basuki ingin di lokasi itu dibangun plaza yang dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas.

"Kami harapkan ada plaza yang lebar dari arah Teluk Sunda Kelapa yang mengarah ke Masjid Luar Batang, kan sejalan tuh. Waktu masuk ke kawasan Raden Wijaya, semua juga mendaratnya di situ," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (31/3/2016).

Basuki mengatakan, di plaza tersebut, warga dapat melakukan banyak aktiivitas sambil berjalan-jalan menuju kawasan Kota Tua. Plaza itu juga dapat dipergunakan sebagai tempat penampungan pedagang kaki lima (PKL).

Basuki mengakui jika rencananya ini memerlukan kajian mendalam. Ia ingin kehadiran PKL di lokasi itu membuat suasana kumuh dan mengganggu kenyamanan warga.

"Sekarang kamu lihat setiap malam Jumat banyak orang dagang, para peziarah datang, busnya ditaruh di mana? Makanya, kita juga pengin penataan parkir di Jalan Tongkol," kata Basuki.

Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi kawasan wisata Sunda Kelapa, Museum Bahari, dan kawasan Luar Batang. Warga yang memiliki bangunan di atas tanah pemerintah juga ditawarkan untuk direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Sedangkan pemilik bangunan di atas tanggul/badan air laut/saluran/kali untuk dapat membongkar sendiri bangunannya. Selain membangun ruang terbuka hijau (RTH), Pemprov DKI Jakarta juga akan membangun tanggul penahan air laut untuk mengantisipasi rob air laut di lokasi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Rumah Akan DIbongkar, Warga Segera Daftar Rusun
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.