BNPB: Meski Katulampa Siaga 1, Jakarta Tidak Akan Banjir Besar

Kompas.com - 01/04/2016, 21:50 WIB
Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/1/2013). Ketinggian air di Bendungan Katulampa mencapai 140 sentimeter melebihi batas normal yaitu 50 sentimeter sehingga ditetapkan status siaga tiga. Warga terutama yang tinggal di daerah bantaran-bantaran sungai dihimbau bersiaga dan mengantisipasi datangnya banjir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOBendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/1/2013). Ketinggian air di Bendungan Katulampa mencapai 140 sentimeter melebihi batas normal yaitu 50 sentimeter sehingga ditetapkan status siaga tiga. Warga terutama yang tinggal di daerah bantaran-bantaran sungai dihimbau bersiaga dan mengantisipasi datangnya banjir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan berintensitas tinggi di kawasan hulu daerah aliran sungai Ciliwung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebabkan tinggi muka air (TMA) stasiun Bendung Katulampa melonjak tinggi pada Jumat (1/4/2016).

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan status siaga 1 di Bendung Katulampa ini tidak akan menyebabkan banjir besar di Jakarta.

"Diperkirakan banjir yang terjadi tidak besar. Hanya berupa genangan di bantaran sungai Ciliwung yang telah tumbuh banyak permukiman di kawasan tersebut," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (1/4/2016).

Menurut Sutopo, banjir besar tidak terjadi karena ruas sungai lain sepanjang Sungai Ciliwung tinggi muka airnya normal atau siaga 4. Kemudian hujan tidak merata dan siaga satu hanya berlangsung satu jam saja di Katulampa.

Pos pengamatan TMA di Bendung Katulampa sempat mencatat tinggi air 200 cm pada pukul 17.00 yang berarti level siaga 1. (Baca: Keanehan Penyebab Banjir Jakarta Menurut Ahok)

Level ancaman tertinggi dari banjir. Pusdalops BPBD DKI pada pukul 17.30 mencatat TMA di Bendung Katulampa naik jadi 250 cm. Pukul 18.00, status ketinggian air di Bendung Katulampa turun menjadi 150 cm atau siaga dua.

"Diperkirakan sekitar enam sampai sembilan jam atau pada Jumat (1/4/2016) pukul 22.00 - Sabtu (2/4/2016) pukul 02.00 Wib, air akan sampai Pintu Air Manggarai," ujar Sutopo.

Adapun warga di daerah seperti Srengseng Sawah, Pejaten Timur, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Balekambang, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Cililitan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu, di Ibu Kota diminta mengantisipasi banjir.

BNPB menyatakan tingginya fluktuasi debit sungai Ciliwung antara siaga 4 berubah secara cepat menjadi siaga 1, kemudian turun ke siaga 4 kembali atau normal mengindasikan bahwa daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung sudah sakit atau kritis. (Baca: Katulampa Siaga 1, Beberapa Wilayah di Jakarta Potensial Banjir Besok)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberataan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberataan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Megapolitan
Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Megapolitan
Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Megapolitan
Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Megapolitan
Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Megapolitan
Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Megapolitan
Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Megapolitan
Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Megapolitan
Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Megapolitan
Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Megapolitan
Polisi Tengah Usut Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Polisi Tengah Usut Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X