Polda Metro Ringkus Sindikat Penggelapan Mobil Rental

Kompas.com - 04/04/2016, 19:13 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016) Dian Ardiahanni/Kompas.comDirektur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016)
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya meringkus enam orang yang diduga tergabung dalam sindikat penggelapan mobil rental. Keenam orang itu adalah SK (36), F (32), IS (52), M (56), AM (28), dan UC (51).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menuturkan, modus yang digunakan para pelaku adalah meminjam kendaraan roda empat tersebut di rental. Tapi setelah itu, mereka langsung menjualnya ke penadah.

"Awalnya tersangka S ini meminjam mobil ke korban berinisial BM di kawasan Bekasi. Kemudian dari tangan S, nantinya mobil tersebut akan berpindah ke tangan tersangka lainnya," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Krishna melanjutkan, dari tangan M, mobil tersebut dijual ke penadah lainnya. Salah satunya kepada pelaku berinisial A, yang hingga kini masih dicari oleh pihak kepolisian.

"Dari tangan para pelaku, kami berhasil mengamankan sepuluh mobil hasil curian," ucapnya.

Krishna menjelaskan, barang bukti yang diamankan kepolisian antara lain mobil bermerek Toyota Harrier, Alphard, Avanza Velos, Vios, Avanza, BMW, Carry Pick Up, dan Honda City.

Ada pula kunci mobil Avanza, selembar STNK Avanza, dan satu bundel surat-surat lainnya.

"Para pelaku ini akan kami sangkakan dengan Pasal 372 KUHP mengenai tindak pidana penggelapan," ujar Krishna.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X