Ahok Sebut Kemacetan Akibat Penghapusan "Three In One" Hanya Terjadi di Jalan Protokol

Kompas.com - 06/04/2016, 18:04 WIB
Kian hari kemacetan di jalan raya di Kota Jakarta semakin tak terkendali. Seringnya kemacetan terjadi saat pagi dan sore hari, seperti yang terjadi di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Gelora, Jakarta, Selasa (9/4/2013). Study on Integrated Tranportation Master Plan Phase II (SITRAMP II) memprediksi  Jakarta akan didera kerugian materil hingga Rp 65 Triliun Per Tahun pada 2020 jika tidak berhasil mengurainya. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOKian hari kemacetan di jalan raya di Kota Jakarta semakin tak terkendali. Seringnya kemacetan terjadi saat pagi dan sore hari, seperti yang terjadi di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Gelora, Jakarta, Selasa (9/4/2013). Study on Integrated Tranportation Master Plan Phase II (SITRAMP II) memprediksi Jakarta akan didera kerugian materil hingga Rp 65 Triliun Per Tahun pada 2020 jika tidak berhasil mengurainya.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai dampak kemacetan akibat uji coba penghapusan "three in one" hanya terjadi di jalan-jalan protokol, seperti Medan Merdeka Barat, MH Thamrin, Sudirman, dan Gatot Subroto.

Menurut Ahok, kemacetan yang sama tidak terjadi di jalan-jalan alternatif di sekitar jalan protokol tersebut, misalnya seperti di Bendungan Hilir.

"Kalau di tengah (jalan protokol) tambah macet memang ada tambahan yang bawa mobil sendiri. Tapi kemacetan berkurang di pinggir-pinggir. Sekarang coba kamu masuk Benhil, Tanah Abang, dulu macet tiap pagi. Sekarang kosong melompong," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (6/4/2016).

Ahok, sapaan Basuki, belum memastikan apakah uji coba penghapusan three in one akan berlanjut ke penghapusan secara permanen. Karena keputusan baru akan diambil setelah rampungnya uji coba yang dilakukan selama dua pekan.

Meski demikian, Ahok sangat yakin penghapusan three in one merupakan kebijakan yang tepat. Ia juga menyoroti keberadaan joki-joki saat three in one masih berlaku.

"Selama ini anak-anak itu (joki) berjejer gitu, itu yang menambah kemacetan karena orng ngerem-ngerem kan. Terus kamu bisa bayangin dulu begitu banyak anak-anak, pas ada razia mereka lari-lari, mobil berhenti juga. Itu faktor kamu mesti hitung dong," ujar Ahok.

Uji coba penghapusan three in one direncanakan akan berlangsung hingga 15 April 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel, Jaktim, dan Bodebek

Megapolitan
Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Pemkot Tangsel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut

Megapolitan
Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.