Kereta Anjlok, Calon Penumpang Tujuan Parung Panjang Menumpuk di Stasiun Tanah Abang

Kompas.com - 06/04/2016, 19:08 WIB
Petugas sarana dan operasional PT KAI saat mengevakuasi kereta anjlok menggunakan hidraulik, Rabu (6/4/2016). Petugas sarana dan operasional PT KAI saat mengevakuasi kereta anjlok menggunakan hidraulik, Rabu (6/4/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereja anjlok di antara Stasiun Manggarai-Sudirman, berimbas terhadap penumpukan calon penumpang di Stasiun Tanah Abang, Rabu (6/4/2016).

Calon penumpang mengaku telah menunggu lama kedatangan commuter line jurusan Parung Panjang di Stasiun Tanah Abang.  

Begitu satu rangkaian commuter line tiba, calon penumpang langsung menyerbunya. (Baca: Anjloknya "Commuter Line" di Sekitar Manggarai Ganggu Perjalanan Kereta Lain).

Para penumpang terlihat berdesak desak untuk masuk ke gerbong kereta.

"Memang ada gangguan, tapi itu kan disekitar Manggarai-Sudirman, tetapi kenapa imbasnya ke Serpong juga," ujar seorang penumpang kepada Kompas.com, Rabu (6/4/2016).

Petugas keamanan stasiun, Sigit mengatakan bahwa commuter line untuk beberapa tujuan seperti Manggarai, Kampung Banda, dan Jatinegara masih belum tersedia.

"Sabar Mas, karena masih ada gangguan," kata Sigit. Dari pantauan Kompas.com, terlihat terjadi penumpukan penumpang dengan tujuan Bogor, dan Manggara di Stasiun Tanah Abang.

(Baca: "Commuter Line" Anjlok di Antara Stasiun Manggarai dan Sudirman).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X