Kompas.com - 07/04/2016, 19:23 WIB
Pekerja seni sekaligus aktivis hak asasi manusia, Ratna Sarumpaet saat mengunjungi Masjid Luar Batang, Jakarta Utara, Kamis (7/4/2016). Dian Ardiahanni/Kompas.comPekerja seni sekaligus aktivis hak asasi manusia, Ratna Sarumpaet saat mengunjungi Masjid Luar Batang, Jakarta Utara, Kamis (7/4/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Pekerja seni sekaligus aktivis hak asasi manusia, Ratna Sarumpaet, berencana untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait rencana Pemprov DKI Jakarta menertibkan kawasan Pasar Ikan dan Luar Batang.

Namun, sebelum menemui Basuki, Ratna akan menemui Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Moechgiyarto dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana pada Jumat (8/4/2016) besok.

"Kalau misalnya tidak bisa juga, terpaksa saya temui Ahok," ucap Ratna saat mengunjungi Masjid Luar Batang, Jakarta Utara, Kamis (7/4/2016).

(Baca juga: Yusril Kirim Surat kepada Ahok untuk Berdialog soal Luar Batang)

Ratna mengatakan, dalam pertemuannya dengan Kapolda dan Pangdam Jaya nanti, dia akan meminta agar penertiban di kawasan tersebut diundur, bahkan dibatalkan jika mungkin.

Ia pun meminta agar anggota TNI dan polisi yang berjaga di sekitar area penertiban untuk ditarik mundur. 

"Kami minta agar TNI dan polisi-polisi itu ditarik, agar mereka tidak menakut-nakuti warga," sambung Ratna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan hanya itu, Ratna juga akan menemui Camat Penjaringan Abdul Khalit terkait rencana penertiban kawasan tersebut.

Ia berharap, pertemuan itu dapat menghasilkan jalan keluar yang baik bagi warga dan pihak Pemprov DKI.

"Harus ada rembukan ulang, enggak bisa asal perintah-perintah melalui kertas begini. Ini tidak manusiawi," ujar Ratna.

(Baca juga: Ahok Minta Warga Luar Batang yang Tak Ber-KTP DKI untuk Pulang Kampung)

Jika tak dapat jalan keluar dari pertemuan dengan polisi, TNI, dan camat, maka Ratna akan menemui Basuki.

Ia pun berjanji akan terus mengawal dan membantu warga Pasar Ikan dan Luar Batang selama persoalan penertiban ini berlangsung.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konflik Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah Berujung Damai

Konflik Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah Berujung Damai

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Angka Kematian Pasien Covid-19 Turun, Begini Faktanya

Pemprov DKI Klaim Angka Kematian Pasien Covid-19 Turun, Begini Faktanya

Megapolitan
Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Megapolitan
Polisi: Penimbunan Obat Pasien Covid-19 oleh PT ASA atas Motif Ekonomi Direktur dan Komisaris

Polisi: Penimbunan Obat Pasien Covid-19 oleh PT ASA atas Motif Ekonomi Direktur dan Komisaris

Megapolitan
Isi Bensin hingga Full Tank di SPBU Kodam Bintaro, Pengemudi BMW Langsung Kabur Tak Bayar Tagihan

Isi Bensin hingga Full Tank di SPBU Kodam Bintaro, Pengemudi BMW Langsung Kabur Tak Bayar Tagihan

Megapolitan
KAI Daop 1 Batasi Penumpang Kereta Jarak Jauh Usia di Bawah 12 Tahun

KAI Daop 1 Batasi Penumpang Kereta Jarak Jauh Usia di Bawah 12 Tahun

Megapolitan
Jakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 untuk Tenaga Kesehatan

Jakarta Mulai Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Direktur dan Komisaris Utama PT ASA Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Direktur dan Komisaris Utama PT ASA Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Satgas Covid-19 Tangsel: Kasus Harian Melonjak karena Testing Kian Masif

Satgas Covid-19 Tangsel: Kasus Harian Melonjak karena Testing Kian Masif

Megapolitan
Depot Isi Ulang Oksigen di Setiabudi Kini Makin Sepi, padahal Sempat Gratis

Depot Isi Ulang Oksigen di Setiabudi Kini Makin Sepi, padahal Sempat Gratis

Megapolitan
Selidiki Dugaan Kartel, Polisi Cek Adanya Kesepakatan Harga Antarkrematorium

Selidiki Dugaan Kartel, Polisi Cek Adanya Kesepakatan Harga Antarkrematorium

Megapolitan
Ribuan Kader Dasawisma di Jakpus Dikerahkan Bujuk Warga Ikut Vaksinasi

Ribuan Kader Dasawisma di Jakpus Dikerahkan Bujuk Warga Ikut Vaksinasi

Megapolitan
Kecamatan Kembangan Miliki Tim Pemulasaraan Jenazah Korban Covid-19 di Tiap Kelurahan

Kecamatan Kembangan Miliki Tim Pemulasaraan Jenazah Korban Covid-19 di Tiap Kelurahan

Megapolitan
Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Pria Beratribut Ojol Curi Spion Mobil di Tebet

Megapolitan
Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Polisi: Warga yang Beli Tabung Oksigen dari Facebook ErwanO2 Tolong Lapor, Jangan Digunakan!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X