Kompas.com - 12/04/2016, 18:00 WIB
Rancangan induk Pluit Sea View Agung Podomoro Group dan Binakarya Propertindo. social mediaRancangan induk Pluit Sea View Agung Podomoro Group dan Binakarya Propertindo.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Masterplan untuk kawasan Pasar Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara, muncul di media sosial. Akun Facebook atas nama Urban Poor Consortium-lah yang menayangkan posting masterplan tersebut di lini masanya.

Pada foto yang di-posting, masterplan ini menerangkan rencana pembangunan kawasan itu oleh pengembang, PT Agung Podomoro dan PSV-Bina Karya. Keterangan pada foto adalah "kue penggusuran untuk siapa".

Saat dikonfirmasi, Koordinator Urban Poor Consortium (UPC) Gugun Muhammad membenarkan bahwa pihaknya yang mem-posting gambar soal masterplan tersebut. Akan tetapi, gambar masterplan ini ternyata bersumber dari pihak lain.

Ada dua pihak yang jadi sumber data UPC mengenai foto masterplan ini. Pertama, Gugun mengaku, UPC mendapatkannya dari seorang pengamat tata kota sekaligus dosen sebuah universitas, Yayat Supriyatna.

Yayat, sebutnya, menyatakan mendapat masterplan dari Ketua Sunda Kelapa Heritage, Daeng Mansur.

"Yang pertama ngeluarin, dari dia memang (Daeng Mansur). (Tidak) tahu, dia dapat dari mana. Jadi (kalau) kami dapatnya dari Mas Yayat Supriyatna, menurut dia, langsung itu dapat dari Daeng Mansur," kata Gugun, saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Kedua, sumber masterplan itu adakah seorang peneliti Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO), yang meneliti di Luar Batang. Bedanya, dari Yayat, informasi masterplan yang didapat berupa foto ulang masterplan yang telah ditempelkan di dinding.

Adapun informasi dari peneliti tersebut merupakan versi digital, seperti yang ditampilkan di linimasa akun Facebook UPC.

"Dua fotonya sama, cuma yang satu foto versi digital, yang satu versi cetak yang sudah dipasang di dinding. Kalau yang digital, yang enggak ada garis tepi," ujar Gugun.

Keasliannya

Soal asli atau tidaknya gambar masterplan ini, ia tidak menjawab. Ia malah menyinggung dua kompleks apartemen yang disebutnya milik seorang pengusaha ternama di Tanah Air, yang dibangun di belakang Luar Batang.

"Perkara asli tidaknya, yang jelas di lapangan sudah ada apartemen yang dibangun di situ," ujar Gugun.

Menurut dia, masterplan pada gambar itu bisa saja benar berdasarkan kasus apartemen tersebut. Terlebih lagi, pada 2012, pihaknya pernah mengajukan pembangunan rusun di area tersebut kepada Pemprov DKI, tetapi ditolak.

"Saya enggak tahu kepentingan apa, justru jadi curiga jangan-jangan masterplannya memang benar, memang sudah dikavling-kavling. Selama ini kan memang enggak terbuka," ujarnya.

Soal Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan pihak Agung Podomoro yang membantah, Gugun meragukannya. Ia menantang kedua pihak untuk membuktikan ucapannya.

"Saya pikir kalau memang enggak benar, buktiin aja lalu punya siapa," ujarnya. (Baca: Ahok Ingin Tiru Konsep Agung Podomoro dalam Penataan Pasar Ikan)

Selain itu, ia mengklaim, dari Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Tahun 2014, kawasan yang sama seperti di gambar masterplan yang beredar punya tanda warna ungu, bukan kuning. Ahok disebut termasuk yang ikut merancang RDTR tersebut. Gugun mengaku punya dokumen RDTR itu.

"Itu di RDTR, warnanya ungu, untuk jadi perdagangan dan jasa. Jadi, bisa jadi ruko atau apartemen itu," ujarnya merujuk pada lokasi yang sama seperti di masterplan.

Kompas.com masih mencoba mengonfirmasi kepada pihak terkait yang disebutkan oleh Gugun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Saksi Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Harap Eks ART Divonis Seberat-beratnya

Jadi Saksi Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Harap Eks ART Divonis Seberat-beratnya

Megapolitan
Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Megapolitan
Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Megapolitan
Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Megapolitan
Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan 'Underpass'

Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan "Underpass"

Megapolitan
Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Megapolitan
Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Megapolitan
Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Megapolitan
Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Megapolitan
Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Megapolitan
Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Megapolitan
M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.