Ahok Keluar dari Gedung KPK Setelah 12 Jam Dimintai Keterangan soal Sumber Waras

Kompas.com - 12/04/2016, 21:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki saat keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai memberikan keterangan selama lebih kurang 12 jam pada Selasa (12/4/2016). Ahok memberikan keterangan ke KPK terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI pada akhir 2014. Kompas.com/Alsadad RudiGubernur DKI Jakarta Basuki saat keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai memberikan keterangan selama lebih kurang 12 jam pada Selasa (12/4/2016). Ahok memberikan keterangan ke KPK terkait pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI pada akhir 2014.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah lebih dari 12 jam memberikan keterangan mengenai pembelian sebagian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, Selasa (12/4/2016).

Ahok, sapaan Basuki, datang dan masuk ke Gedung KPK sekitar pukul 09.15 pagi tadi. Ia memenuhi panggilan KPK untuk memberikan keterangan terkait pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras. 

Ia terpantau keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 21.30. Dengan demikian, pemberian keterangan dari Ahok kepada penyelidik KPK berlangsung selama lebih dari 12 jam.

Ini adalah pertama kalinya Ahok dimintai keterangan oleh KPK terkait lahan Sumber Waras. Meski dimintai keterangan selama 12 jam, Ahok tak menampakkan raut muka lelah. Ia masih sempat meladeni pertanyaan para wartawan yang telah menunggunya di depan Gedung KPK.


Pemprov DKI Jakarta diketahui membeli sebagian lahan RS Sumber Waras seharga Rp 755 miliar. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan RS kanker dan jantung.

Menurut laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Provinsi DKI tahun 2014, ada indikasi kerugian daerah Rp 199 miliar dalam proses pembelian lahan tersebut.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, KPK tengah berupaya membandingkan temuan BPK dan keterangan yang diberikan Ahok.

"Kami mencoba meng-crosscheck, kan sudah kami pegang data audit dari BPK. Kemudian ditanyakan, aturan yang dipakai BPK untuk membuat itu apakah sudah sesuai," kata Agus di Gedung KPK, Selasa siang.

Kompas TV Kasus Sumber Waras, SIapa yang Salah? (Bag. 2)


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X