Siapa yang Ngaco, Ahok atau BPK?

Kompas.com - 13/04/2016, 10:39 WIB
TRIBUN NEWS / HERUDIN Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tiba di gedung KPK, Jakarta, untuk memenuhi panggilan sebagai saksi, Selasa (12/4/2016). Ahok memberikan keterangan seputar pembelian lahan milik RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI pada akhir 2014.

Akhir akhir ini, berita tentang diperiksanya Pak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus Sumber Waras adalah berita paling dicari-cari. Setelah 12 jam diperiksa, ada statement Ahok yang menarik: "BPK menyembunyikan kebenaran".

Saya tertarik membahas statement ini.

Banyak orang asal ngomong tentang jujur dan bohong, tanpa tahu definisi-nya sama sekali. Makin lucu ketika kemudian muncul labelling pada seseorang sebagai Pembohong.

Riset membuktikan bahwa manusia telah berbohong sejak usia 2 tahun (Fritz dan Hala, 1989). Dan setiap hari, dalam salah satu dari 4 interaksi sosial, kita berbohong kepada 3 dari 10 orang yang kita temui (DePaulo,Kashy et al, 1996). Lebih celaka lagi, setidaknya dalam 10 menit percakapan,78% berbohong sebanyak 2-3 kali (Tyler et al, 2006).

Kita seenaknya melabel orang lain sebagai Pembohong padahal kita tidak bisa membuktikan jumlah kebohongan kita lebih sedikit dari orang yang kita label.

Bohong adalah sebuah aksi tanpa pemberitahuan sebelumnya yang bertujuan untuk mengubah pendirian seseorang agar percaya (Paul Ekman, 2007).

Kebohongan itu bisa dilakukan dengan cara menciptakan 100% info/data/fakta rekayasa atau hanya sekian persen.

Kebohongan juga bisa dilakukan dengan menyembunyikan  info/data/fakta tertentu, menganggapnya "tidak ada", tidak memberitahukannya. Dan Bohong juga bisa dilakukan dengan cara melebih-lebihkan atau justru merendahkan info/data/fakta tertentu saja.

Statement Pak Ahok tentang BPK kemarin sungguh menarik: "BPK menyembunyikan kebenaran", setelah sebelumnya menyebutkan "Audit BPK kacau" dimana akhirnya dibalas Pak Harry Azhar Azis, Ketua BPK dengan pernyataan " Kalau ngaco, silakan saja diadukan ke pengadilan".

Statement Pak Ahok "sembunyikan kebenaran" ini identik dengan definisi Bohong di atas. Dengan kata lain, secara tak langsung, Pak Ahok mengatakan bahwa BPK melakukan kebohongan dengan menyembunyikan kebenaran.

Bila kita memahami makna statement tersebut, kita pasti tak sabar menantikan akhir dari kasus Sumber Waras ini.

Bila Pak Ahok memang merugikan negara, maka seperti kasus-kasus lainnya, dia bisa dihukum dengan penjara atau ganti uang negara dan sebagainya.

Namun bila KPK membuktikan Pak Ahok berkata dan berbuat benar, maka Audit BPK benar "ngaco". Yang artinya adalah KPK mungkin berbalik mengecek BPK. Dan bukan tidak mungkin, meragukan kredibelitas audit-audit lainnya yang dilakukan BPK.

Kasus yang menarik, bukan ?

Mari menantikan kebenaran diungkap sembari bersikap: Janganlah sembarang menuduh "KPK bisa dibeli Ahok", bila KPK menyatakan Pak Ahok tidak bersalah. Atau, memuji-muji KPK bila Pak Ahok dinyatakan bersalah.

KPK tetap punya integritas dan kualitas kompetensi yang tinggi, apapun hasil pemeriksaan pada Pak Ahok.

Tetaplah dukung KPK.

 

Salam hangat

#JujurlahIndonesiaku


EditorWisnubrata

Terkini Lainnya

Stunting, Pengangguran dan 5 Tantangan Pendidikan Saat Ini

Stunting, Pengangguran dan 5 Tantangan Pendidikan Saat Ini

Edukasi
Para Perempuan Penjelajah, Keliling Dunia hingga Keluar Angkasa

Para Perempuan Penjelajah, Keliling Dunia hingga Keluar Angkasa

Internasional
Fakta Hidup 'Si Mantan Preman' Bagas Suratman, Jadi Petani Sukses hingga Omset Rp 15 Juta Per Hari

Fakta Hidup "Si Mantan Preman" Bagas Suratman, Jadi Petani Sukses hingga Omset Rp 15 Juta Per Hari

Regional
Pererat Tali Persaudaraan, Gubernur Olly Apresiasi Perayaan Cap Go Meh

Pererat Tali Persaudaraan, Gubernur Olly Apresiasi Perayaan Cap Go Meh

Regional
Ferrial Sofyan Dicopot dari Wakil Ketua DPRD dan Digantikan Santoso

Ferrial Sofyan Dicopot dari Wakil Ketua DPRD dan Digantikan Santoso

Megapolitan
Alvito Deanova dan Putri Ayuningtyas Diusulkan Jadi Moderator Debat Ketiga

Alvito Deanova dan Putri Ayuningtyas Diusulkan Jadi Moderator Debat Ketiga

Nasional
Tim Forensik Mabes Polri Ikut Selidiki Ledakan di Mal Taman Anggrek

Tim Forensik Mabes Polri Ikut Selidiki Ledakan di Mal Taman Anggrek

Megapolitan
Sikap Prabowo Saat Debat yang Dikritik Parpol Koalisi Pendukungnya

Sikap Prabowo Saat Debat yang Dikritik Parpol Koalisi Pendukungnya

Nasional
Kisah Imam, Sopir Taksi Online yang Bantu Penumpang Lahirkan Bayi di Dalam Mobil (1)

Kisah Imam, Sopir Taksi Online yang Bantu Penumpang Lahirkan Bayi di Dalam Mobil (1)

Regional
Satgas Antimafia Bola Tidak Akan Intervensi KLB PSSI

Satgas Antimafia Bola Tidak Akan Intervensi KLB PSSI

Nasional
8 Kasuari Sitaan di Surabaya Dilepasliarkan di Hutan Iwawa Mimika

8 Kasuari Sitaan di Surabaya Dilepasliarkan di Hutan Iwawa Mimika

Regional
Dua ASN Grobogan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perbaikan Truk BPBD

Dua ASN Grobogan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perbaikan Truk BPBD

Regional
Bersih dari Caleg Eks Koruptor, Sekjen Nasdem Bilang Itu Kerja Ratusan Orang

Bersih dari Caleg Eks Koruptor, Sekjen Nasdem Bilang Itu Kerja Ratusan Orang

Nasional
KPK: Keteladanan Orangtua Strategi Pencegahan Korupsi Paling Tepat

KPK: Keteladanan Orangtua Strategi Pencegahan Korupsi Paling Tepat

Edukasi
Survei LSI: PDI-P, Gerindra, Golkar, PKB, dan Nasdem Kuasai Pemilih 'Wong Cilik'

Survei LSI: PDI-P, Gerindra, Golkar, PKB, dan Nasdem Kuasai Pemilih "Wong Cilik"

Nasional

Close Ads X