Ini Kata Sudin Tata Kota Jakut soal Pulau Reklamasi PT KCN yang Disegel

Kompas.com - 18/04/2016, 15:12 WIB
Suasana dalam PT Karya Citra Nusantara (KCN) yang membuat pulau reklamasi di pesisir pantai Marunda, Jakarta Utara. Bangunan perusahaan ini telah disegel pihak Pemprov DKI Jakarta. Foto diambil Senin (18/4/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusSuasana dalam PT Karya Citra Nusantara (KCN) yang membuat pulau reklamasi di pesisir pantai Marunda, Jakarta Utara. Bangunan perusahaan ini telah disegel pihak Pemprov DKI Jakarta. Foto diambil Senin (18/4/2016)
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Pulau reklamasi yang dibangun PT Karya Citra Nusantara (KCN) di pesisir Pantai Marunda, Jakarta Utara, telah disegel Pemprov DKI. Pasalnya, pembangunan pulau itu dinilai telah melanggar aturan.

Kepala Suku Dinas Tata Kota Jakarta Utara Marbin Hutajulu mengatakan, pulau reklamasi itu telah disegel sekitar Maret 2016 kemarin.

"Sudah hampir satu bulan kita segel karena harus jadi kanal lateral dan bisa dilalui kapal," kata Marbin saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (18/4/2016).

Pada nyatanya, reklamasi oleh PT KCN, menurut dia, menyatu dengan daratan. Ini menurut dia mengganggu lalu lintas kapal dan juga melanggar aturan. Daratan yang menyatu ini menurut dia harus digali lagi.


"Prinsipnya harus ikuti Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Perda Zonasi," ujar Marbin.

Selain itu, PT KCN juga telah membangun bangunan di atas pulau reklamasinya. Bangunan itu sendiri tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). (Baca: Ini Penampakan Reklamasi PT KCN yang Akan Dibongkar Pemprov DKI)

Pihaknya telah melayangkan surat peringatan sampai akhirnya surat perintah bongkar. Namun, karena belum dibongkar, akhirnya terpaksa diambil tindakan sesuai dengan prosedur.

"Kita lakukan tindakan secara protap karena dia enggak mau patuh kita bongkar. Satu bangunan sudah kita bongkar, rata tanah," ujar Marbin.

Ia belum menjelaskan lebih jauh bagaimana nasib pulau reklamasi PT KCN ini. Saat ditanya apakah jika PT KCN mengurus persyaratan pulau itu dapat digunakan lagi, dia belum menjawab jelas.

"Prinsipnya harus sesuai RDTR dan Perda Zonasi," ujar Marbin.

Ia menyatakan pulau ini termasuk bagian dari 17 pulau reklamasi.

"Itu termasuk nantinya," ujar Marbin. (Baca: Pulau Reklamasi PT KCN Sudah Sebulan Disegel Pemprov DKI)

Hal itu berbeda dengan keterangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah sebelumnya yang menyatakan pulau ini bukan bagian dari 17 reklamasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang Terancam Batal

Revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang Terancam Batal

Megapolitan
Polisi: Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Dapat Rahasiakan Identitas Pasien

Polisi: Klinik Aborsi Ilegal di Paseban Dapat Rahasiakan Identitas Pasien

Megapolitan
RH Disebut Sering Aniaya hingga Racuni Kucing-kucing di Bekasi

RH Disebut Sering Aniaya hingga Racuni Kucing-kucing di Bekasi

Megapolitan
Batan: Paparan Radiasi Nuklir di Batan Indah Telah Turun 90 Persen

Batan: Paparan Radiasi Nuklir di Batan Indah Telah Turun 90 Persen

Megapolitan
Sopir Bus Tak Tahu 4 Keranjang Buah Dalam Busnya Berisi Ganja

Sopir Bus Tak Tahu 4 Keranjang Buah Dalam Busnya Berisi Ganja

Megapolitan
Gerebek Pool Truk di Bambu Apus, BNN Temukan Karung Berisi Ganja

Gerebek Pool Truk di Bambu Apus, BNN Temukan Karung Berisi Ganja

Megapolitan
Batan Serahkan Barang Bukti Terkait Temuan Radiasi Nuklir di Batan Indah

Batan Serahkan Barang Bukti Terkait Temuan Radiasi Nuklir di Batan Indah

Megapolitan
Harga Masker Melonjak, Dinkes DKI: Orang Sehat Tak Perlu Pakai

Harga Masker Melonjak, Dinkes DKI: Orang Sehat Tak Perlu Pakai

Megapolitan
Sebelum Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Klaim Terima Teror Virtual

Sebelum Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Klaim Terima Teror Virtual

Megapolitan
Wanita yang Gugurkan Kandungan di Klinik Paseban Umumnya Berusia di Bawah 24 Tahun

Wanita yang Gugurkan Kandungan di Klinik Paseban Umumnya Berusia di Bawah 24 Tahun

Megapolitan
Satgas Antimafia Bola Jilid III Dalami Dugaan Keterkaitan Judi Online dengan Pengaturan Skor

Satgas Antimafia Bola Jilid III Dalami Dugaan Keterkaitan Judi Online dengan Pengaturan Skor

Megapolitan
DPRD Sepakat Voting Tertutup Wagub DKI, tetapi Proses Pemilihan Bisa Disaksikan Publik

DPRD Sepakat Voting Tertutup Wagub DKI, tetapi Proses Pemilihan Bisa Disaksikan Publik

Megapolitan
Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemkot Tangerang Mengadu ke Pemprov Banten

Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemkot Tangerang Mengadu ke Pemprov Banten

Megapolitan
Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Curigai Dua Hal Ini

Rumah Dilempar Batu, Ketua PA 212 Curigai Dua Hal Ini

Megapolitan
Sepekan Setelah Kejadian, Kasus Penembakan Rutan Kelas 1 Cipinang Belum Juga Terungkap

Sepekan Setelah Kejadian, Kasus Penembakan Rutan Kelas 1 Cipinang Belum Juga Terungkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X