Kompas.com - 18/04/2016, 18:07 WIB
Posko kemanusiaan dari Front Pembela Islam (FPI) di Masjid Luar Batang, Jakarta, Senin (18/4/2016). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAPosko kemanusiaan dari Front Pembela Islam (FPI) di Masjid Luar Batang, Jakarta, Senin (18/4/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Kampung Luar Batang menceritakan kondisi mereka beberapa hari setelah penertiban berlangsung. Salah seorang warga, Upi Yunita, menjelaskan, banyak warga yang masih bertahan tinggal di perahu.

"Untuk makan sehari-hari biasanya ke aula Masjid Kramat Luar Batang," ujar Upi di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Senin (18/4/2016).

Upi mengatakan, warga akan bertahan di sana sampai mendapatkan kompensasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, Upi bersyukur bahwa banyak bantuan yang didapatkan warga Kampung Luar Batang.

Bantuan-bantuan tersebut membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, Upi menyayangkan bahwa tidak ada satu pun bantuan yang diberikan Pemprov DKI untuk mereka.

"Bantuan-bantuan dari relawan luar biasa, ya, banyak. Namun, Pemprov enggak ada bantuan, abai banget," ujar Upi. (Baca: Saat Posko Kemanusiaan Berdiri di Pasar Ikan...)

Posko-posko kemanusiaan memang sudah bermunculan di Kampung Luar Batang. Di antaranya adalah posko dari Front Pembela Islam, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Baznas, dan Lembaga Nasional Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU).

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya membongkar semua bangunan yang berada di Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, khususnya di RW 04. Sebagian warga sudah direlokasi ke Rusun Rawa Bebek dan Marunda.

Ada pula warga yang masih bertahan di lokasi penggusuran. Sebagian dari mereka tinggal di perahu. (Baca: FPI Dirikan Posko Kemanusiaan bagi Korban Penggusuran Pasar Ikan)

Kompas TV Pasca Digusur Warga Tinggal di Perahu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Ocean Park BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.