Ketua Kelompok Nelayan Tanggapi Sindiran Ahok soal Reklamasi PT KCN

Kompas.com - 19/04/2016, 09:51 WIB
Pulau reklamasi buatan PT KCN berada dekat muara Sungai Titram, di Marunda, Jakarta Utara. Senin (18/4/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusPulau reklamasi buatan PT KCN berada dekat muara Sungai Titram, di Marunda, Jakarta Utara. Senin (18/4/2016)
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik membantah tudingan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama "Ahok" karena tidak mengkritik reklamasi yang dilakukan PT Karya Citra Nusantara (KCN) di Marunda, Jakarta Utara.

PT KCN berada di dalam Kompleks Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda dan merupakan anak perusahaan dari PT KBN, sebuah BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan kawasan industri.

"Sebenarnya bukan tidak diprotes, beliau (Ahok) saja kurang awas melihatnya," kata Riza saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/4/2016) malam.

Riza melanjutkan, setiap kerusakan lingkungan di laut akan menjadi perhatian bagi nelayan. Karena itu, kata Riza, KNTI juga menyoroti reklamasi PT KCN.

"Kita selalu katakan bahwa penghentian reklamasi bisa jadi entry point (pintu masuk) untuk melihat reklamasi Teluk Jakarta lebih lengkap," kata Riza.

Ide awal dari pembentukan Teluk Jakarta, kata Riza, adalah untuk memulihkan abrasi yang terjadi sejak 1990. Akibatnya, pantai di Teluk Jakarta menjadi mundur.

Sehingga muncullah gagasan upaya pencegahan berupa rehabilitasi. Namun, rehabilitasi tersebut ia anggao melenceng karena menjadi komersialisasi melalui pembentukan pulau reklamasi.

"Lebih lagi komersialisasi dibikin pulau baru yang tidak ada hubunganya dengan Teluk Jakarta atau selamatkan Teluk Jakarta," tegas Riza.

Ahok sebelumnya mempertanyakan tidak adanya pihak yang mempermasalahkan keberadaan pelabuhan milik PT Karya Citra Nusantara (KCN) di Marunda, Jakarta Utara.

Padahal, kata Ahok, pelabuhan PT KCN merupakan hasil reklamasi yang ia sebut luasnya mencapai 12 hektar. Lokasi pelabuhan tersebut, menurut Ahok, juga berada di kawasan nelayan mencari ikan.

"Kok ketua nelayan tidak pernah kritik itu, cuma kritik swasta (reklamasi 17 pulau)," kata Ahok di Balai Kota, Senin (18/4/2016).

Kompas TV Para Nelayan Tuntut Reklamasi Dihentikan


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Diguyur Hujan Dua Jam, Ratusan Rumah di BPI Tangsel Kebanjiran

Megapolitan
Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Dua dari Empat Perampok Warteg di Jakarta adalah Residivis Kasus yang Sama

Megapolitan
Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Permukiman di Cipulir Banjir Pascahujan Deras pada Minggu Malam

Megapolitan
Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Kata Anies, Banjir Underpass Kemayoran Surut dan Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

[POPULER JABODETABEK] Anies: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan | Jakarta Negatif Virus Corona

Megapolitan
BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

BMKG: Jabodetabek Hujan Siang Ini

Megapolitan
Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Kronologi Pria Masturbasi Dalam Mobil, Bermula ketika Tunggu Penumpang

Megapolitan
Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Banyak Teman Anggota DPRD, Nurmansjah Lubis Diyakini Bisa Jadi Wagub DKI

Megapolitan
Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Kabel Bawah Tanah di Yamaha Cakung Terbakar

Megapolitan
Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Cerita Cawagub DKI Nurmansjah Lubis Kebanjiran pada Tahun Baru 2020

Megapolitan
Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Nurmansjah Lubis Lobi Fraksi-fraksi DPRD Sebelum Diumumkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Polsek Sawangan Sita Puluhan Botol Miras dari 3 Warung Jamu

Megapolitan
Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Perampok di Warteg Pesanggrahan Gunakan Uang Jarahan untuk Makan dan Narkoba

Megapolitan
Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Seorang Peserta Loe Gue Run 2020 Meninggal Dunia

Megapolitan
Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Bandingkan Diri dengan Rival, Cawagub Nurmansjah Lubis Merasa Lebih Cocok Dampingi Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X