Kompas.com - 19/04/2016, 17:16 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan panjang di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014). Kemacetan terjadi karena imbas dari pengerjaan proyek mass rapid transit (MRT) sepanjang 4,5 kilometer yang diperkirakan akan terjadi hingga lima tahun ke depan. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA ANGGA BHAGYA NUGRAHASejumlah kendaraan terjebak kemacetan panjang di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014). Kemacetan terjadi karena imbas dari pengerjaan proyek mass rapid transit (MRT) sepanjang 4,5 kilometer yang diperkirakan akan terjadi hingga lima tahun ke depan. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku pembongkaran jalur hijau dan pelebaran Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin tidak akan menggunakan APBD DKI. Dia akan menggunakan kewajiban pengembang.

"Penghapusan itu enggak (pakai) APBD. Saya lebih cenderung pakai kewajiban pengembang yang KLB (koefisien lantai bangunan)," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Menurut Basuki, dengan menggunakan kewajiban pengembang, pekerjaan akan lebih cepat karena yang melakukan lelang dan pekerjaan adalah pihak swasta.

"Kalau pakai kewajiban pengembang yang menaikkan KLB bisa lebih cepat," ucapnya.

Sebelumnya, Basuki meminta agar pohon-pohon yang ada di jalur hijau tidak ditebang. Nantinya, pohon tersebut akan dipindahkan ke sisi kanan dan kiri jalan, tepatnya di trotoar yang dilebarkan.

"Usahain pindahin di musim hujan ini, jadi bisa cepat kami bongkar," katanya. (Baca: Ketua DPRD DKI: Pelebaran Trotoar Tak Boleh Makan Ruas Jalan)

Basuki telah berhasil mengumpulkan hingga Rp 4 triliun dari kewajiban pengembang menaikkan KLB. Namun, dana tersebut tidak diterima dalam bentuk uang, tetapi fasilitas yang dibutuhkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Salah satunya yang saat ini dalam proses pembangunan ialah simpang susun Semanggi. Jalan layang tersebut dibangun oleh perusahaan asal Jepang yang mengajukan kenaikan KLB. (Baca: Keistimewaan Proyek Jalan Layang Semanggi yang Dirancang oleh Pengembang)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Megapolitan
Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Megapolitan
Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Megapolitan
Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Megapolitan
Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Megapolitan
Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X