"Sebelum Reklamasi, Saya Bisa Dapat Ikan 50 Kilogram, tetapi Sekarang Hanya 5 Kilogram"

Kompas.com - 19/04/2016, 18:29 WIB
Perwakilan nelayan yang berasal dari Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) membawa ikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota, Selasa (19/4/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPerwakilan nelayan yang berasal dari Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) membawa ikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota, Selasa (19/4/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) Muara Angke, Iwan, menilai bahwa proyek reklamasi Teluk Jakarta telah merugikan nelayan.

Iwan mengaku pendapatannya turun hingga 75 persen sejak proyek tersebut berjalan.

"Sebelum ada reklamasi, saya bisa dapat ikan 50 kilogram. Sekarang ada reklamasi, ikan turun drastis hanya 5 kilogram saja," kata Iwan kepada wartawan, sesat setelah bertemu perwakilan Bakesbangpol DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (19/4/2016).

(Baca: Ahok: Nelayan yang Anti-reklamasi Silakan Pergi dari Muara Angke!)

Ikan sebanyak 5 kilogram itu, kata dia, sama dengan Rp 30.000-Rp 50.000. Uang sebesar itu, dinilainya hanya cukup untuk membeli Solar sebagai bahan bakar perahu mereka.

"Tetapi, anak kami mau makan apa?" kata Iwan mengeluh.

Atas dasar itu, Iwan meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan reklamasi Teluk Jakarta.

Pasalnya, menurut dia, reklamasi mengakibatkan hilangnya ikan-ikan di sana. "Kami akan terus berjuang agar reklamasi ini dihentikan," kata Iwan yang sudah menjadi nelayan selama 10 tahun itu.

Perwakilan nelayan sebelumnya membawa sejumlah ikan mati untuk diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota.

(Baca: Walhi Jakarta: Pulau Reklamasi Akan Ditanami Bakau)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Megapolitan
PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.