Ahok: Nelayan Bikin Rumah, Buang Sampah di Laut, Ada Enggak Aktivis Protes?

Kompas.com - 19/04/2016, 18:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau AHok usai bertemu Menteri perdagangan Thomas Lembong, Kamis (14/4/2016). Kompas.com/ Estu SuryowatiGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau AHok usai bertemu Menteri perdagangan Thomas Lembong, Kamis (14/4/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan konsistensi kelompok perhimpunan nelayan dan aktivis lingkungan yang menurut dia hanya gemar memprotes proyek reklamasi 17 pulau.

Ia mempertanyakan alasan perhimpunan nelayan dan aktivis lingkungan yang tidak memprotes proyek-proyek reklamasi di lokasi lain ataupun mengkritik perilaku negatif para nelayan.

(Baca: Sebelum Reklamasi, Saya Bisa Dapat Ikan 50 Kilogram, tetapi Sekarang Hanya 5 Kilogram)

Padahal, menurut Basuki, nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, gemar membuang sampah dan minyak ke laut.

"Coba lihat itu Kali Item, mereka nancapin bikin rumah, buang sampah di laut, ada enggak aktivis protes? Nelayan lho itu. Ngocorin minyak seenaknya di laut, pernah mereka protes?" kata Ahok di Balai Kota, Selasa (19/4/2016).

Menurut Basuki, para nelayan di Muara Angke sebenarnya sudah pernah diminta untuk pindah dengan dijanjikan uang ganti rugi.

Hal ini, lanjut dia, terjadi saat Joko Widodo menjadi Gubernur Jakarta. Namun, menurut dia, para nelayan itu kembali membuat permukiman di atas laut setelah mendapatkan ganti rugi.

"Begitu dapat uang dapat bangunan, nancap lagi (rumah) di laut," ujar dia.

(Baca: Ahok: Nelayan yang Anti-reklamasi Silakan Pergi dari Muara Angke!)

Basuki menilai, seharusnya kelompok perhimpunan nelayan dan aktivis lingkungan memprotes kerusakan-kerusakan lain yang terjadi di Teluk Jakarta sebelum adanya reklamasi.

"Pernah tidak mereka mengatakan kerang hijau di Teluk Jakarta tidak bisa dikonsumsi karena mengandung logam berat di atas ambang batas. Sekarang masih mending Teluk Jakarta lebih bersih. Dulu sebelum kita datang, kapal-kapal bisa macet, baling-baling nyangkut, di mana KNTI?" ujar pria yang dikenal dengan nama Ahok ini. 

Kompas TV Peraturan Reklamasi Tumpang Tindih
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Megapolitan
Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Megapolitan
Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Megapolitan
72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

Megapolitan
130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

Megapolitan
Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis 'Gagal', Jakpro: Yaudah

Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tertulis "Gagal", Jakpro: Yaudah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tangerang Rencanakan Seluruh Siswa SD Belajar Daring

Megapolitan
Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Sopir Sedang Cuti, Kakek 89 Tahun yang Tewas Dikeroyok Pergi Sendiri Tanpa Diketahui Tujuannya

Megapolitan
Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Kasus Kakek 89 Tahun Tewas Dikeroyok, Tersangka Teriaki Korban Maling karena Motornya Tersenggol

Megapolitan
Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Dari 63 Kelurahan di Depok, Hanya Leuwinanggung yang Nihil Kasus Covid-19

Megapolitan
Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Sekelompok Orang Berseragam Sekolah Serang Pelajar di Kembangan, lalu Dikejar dan Ditangkap Warga

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Melonjak hingga 201 dalam Sehari

Megapolitan
Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas, Keluarga: Ada Pihak yang Memang Ingin Hal Ini Terjadi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.