Kompas.com - 22/04/2016, 06:07 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/4/2013), kembali memeriksa mantan menteri pemuda dan olahraga (menpora), Adhyaksa Dault. Adhyaksa diperiksa sebagai saksi untuk Andi Mallarangeng, Deddy Kusdinar dan Teuku Bagus, dalam kasus dugaan korupsi Proyel Hambalang. Tampak mantan Menpora  usai di periksa penyidik KPK,  bersiap meninggalkan gedung KPK dengan kendaraannya. 
KOMPAS/ALIF ICHWANPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/4/2013), kembali memeriksa mantan menteri pemuda dan olahraga (menpora), Adhyaksa Dault. Adhyaksa diperiksa sebagai saksi untuk Andi Mallarangeng, Deddy Kusdinar dan Teuku Bagus, dalam kasus dugaan korupsi Proyel Hambalang. Tampak mantan Menpora usai di periksa penyidik KPK, bersiap meninggalkan gedung KPK dengan kendaraannya.
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berniat mendaftarkan diri jadi bakal calon gubernur DKI Jakarta ke sejumlah partai politik. Dia mengaku hanya mendaftar untuk mengikuti proses penjaringan bakal calon gubernur DKI ke Partai Demokrat.

"Jujur, saya kalau daftar-daftar itu malas. Kecuali Partai Demokrat, dia antar langsung formulirnya ke rumah saya. Saya mau naik gunung, kata Pak Nara (Ketua DPD Partai Demokrat DKI Nachrowi Ramli) suruh diisi, yasudahlah saya isi," ujar Adhyaksa dalam diskusi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2016) malam.

Adhyaksa menilai bahwa orang yang mendaftar ke partai sama saja dengan orang yang sedang meminta-minta jabatan.

Namun, dia mengaku tidak sedang menyindir tokoh-tokoh politik yang mendaftar ke berbagai partai. Dia memaklumi langkah tersebut.

Sebab, menurut Adhyaksa, ini akibat ketidakpuasan para tokoh terhadap pemimpin Jakarta yang sekarang.

"Meminta-minta jabatan tuh enggak boleh sebenarnya. Tapi kita lihat dari pada yang kaya begini kan," ujar Adhyaksa.

Kompas TV Adhyaksa Minta "CFD" Tak Jadi Ajang Kampanye


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Megapolitan
Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Megapolitan
1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Megapolitan
Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.