Kompas.com - 22/04/2016, 09:54 WIB
Asrama pelatih dan atlet pacuan kuda di Pulomas yang digusur. Selain asrama ini, rencananya jalur pacuan kuda juga akan digusur untuk pembangunan equestrian untuk Asean Games 2018. Kamis (21/4/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusAsrama pelatih dan atlet pacuan kuda di Pulomas yang digusur. Selain asrama ini, rencananya jalur pacuan kuda juga akan digusur untuk pembangunan equestrian untuk Asean Games 2018. Kamis (21/4/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Para atlet dan pelatih berkuda yang bermarkas di pacuan kuda Pulomas, Jakarta Timur, resah dengan penggusuran yang dialami mereka. Pasalnya, mereka khawatir kehilangan pekerjaan mereka.

Lapangan pacuan kuda di Pulomas rencananya akan digusur untuk digantikan dengan arena equestrian (lompat kuda). Oleh karenanya, atlet dan pelatih kuda setempat bingung bagaimana nasib pacuan kuda kedepan.

Salah satu pelatih kuda pacuan, Refli Salu (47), mencontohkan, kuda untuk pacuan dimiliki seseorang. Ketika lapangan pacu digusur, kemungkinan besar si pemilik akan menjual kudanya.

"Pemilik kudanya orang DKI, kalau pacuan enggak ada, otomatis dia jual kudanya. Kalau dijual, kita enggak punya pekerjaan," kata Refli, kepada Kompas.com, Kamis (21/4/2016).

Sebagai pelatih kuda pacuan, Refli mengatakan tidak dapat beralih untuk menjadi pelatih kuda equestrian. Ia sudah terbiasa melatih kuda pacuan.

Selain itu, penggusuran tempat tinggal pelatih dan atlet kuda pacuan dari asrama yang ada di dalam area pacuan kuda Pulomas juga mengecewakan. Pelatih, joki, maupun atlet pacuan kuda direlokasi ke Rusun Pulogebang yang letaknya jauh.

Pemerintah DKI dianggap kurang perhatian karena menempatkan pelatih dan atlet jauh dari lokasi kandang kuda di dalam lapangan pacuan kuda Pulomas.

"Padahal, di sini juga ada atlet nasional yang pernah menyumbang emas di Asean Games Myanmar kemarin," ujar Refli.

Fendi Najoan (36), atlet DKI cabang pacuan kuda yang ikut kena gusur mengakui terganggu dengan gusuran asrama tempat tinggalnya itu. Sebab, Fendi mesti berlatih untuk Kejuaraan Nasional dan Pekan Olahraga Nasional.

Dengan direlokasi jauh dari kudanya di Pulomas, Fendi mengaku sulit konsentrasi. Padahal, untuk cabang ini, dari lima medali emas yang akan diperebutkan, DKI punya target untuk meraih tiga medali di antaranya.

"Bagaimana di sini kita konsentrasi sedangkan kita kerja enggak dekat dengan hewan (kuda)," ujar Fendi.

"Harapan saya ke pemerintah agar diperhatikan terutama bagaimana kita mau latihan kalau lapangan kuda juga mau dipindahkan. Kita butuh lahan buat latihan, kalau lahan ditutup dan kuda dipindahkan, kita latihan di mana," ujarnya.

Kompas TV 600 Personel Gabungan Menggusur Area Pulomas
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Ketua DPRD DKI Ingin Jakarta Tetap Jadi Daerah Khusus meski Ibu Kota Dipindah

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Ketua DPRD DKI Usul Sumur Resapan Jadi Tempat Beternak Lele

Megapolitan
Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Pinjol Ilegal di PIK yang Digerebek Polisi Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Wali Kota Tangerang Selatan Sebut Dua Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak

Megapolitan
Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Kuasa Hukum Keluarga Kakek 89 Tahun Sebut Pengeroyokan Tak Terkait Kasus Sengketa Tanah

Megapolitan
Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Datangi Polres Jakarta Timur, Keluarga Kakek Korban Pengeroyokan Minta Semua Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Kronologi Penyitaan 1.847 Pil Ekstasi dari Tiga Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Polisi Sita 1.847 Pil Ekstasi dan 0,2 Gram Sabu, Harganya di Pasar Gelap Capai Rp 1 Miliar

Megapolitan
Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi 'Booster', Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Pemkot Jaksel Gandeng Kota Kasablanka Gelar Vaksinasi "Booster", Targetkan 1.000 Penerima Per Hari

Megapolitan
Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Pengedar Ekstasi Diamankan di Jakarta Barat, Polisi Masih Cari Satu Pelaku Lain

Megapolitan
Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Trotoar di Cilandak yang Sempat Dibongkar Sudah Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Polisi Tangkap 12 Tersangka Pengedar Obat Keras Ilegal di Bekasi

Megapolitan
Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Tangkap Kurir Narkoba yang Bawa 17 Kilogram Ganja di Depok, Polisi Buru Dua Pengendalinya

Megapolitan
Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Penyedia Pinjol di PIK Disebut Ancam Martabat Peminjam Saat Tagih Pembayaran

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Ketua DPRD DKI Ungkit Penebangan Pohon di Monas, Sebut untuk Penuhi Ambisi Balap Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.