Kompas.com - 23/04/2016, 20:15 WIB
Nursita Sari"Teman Ahok" menggelar acara syukuran atas tercapainya batas suara minimal untuk calon independen di Markas Teman Ahok, Komplek Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (11/4/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), I Gusti Putu Artha, mengaku bergabung ke "Teman Ahok" atas keinginan sendiri tanpa adanya permintaan dari siapa pun.

Ada tiga alasan yang membuatnya bersedia bergabung ke kelompok relawan pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu.

"Tiga alasan ini yang membuat saya mengajukan sendiri permohonan resmi dengan CV (curriculum vitae)," kata Putu saat dihubungi, Sabtu (23/4/2016).

Putu menjelaskan, alasan pertama, ia menilai bahwa Ahok sedang mengadopsi sebuah model demokrasi partisipatif dan substansif.

"Sebuah nilai ideal yang kita perjuangkan dalam pelaksanaan demokrasi. Ini semangat yang sama dengan saya sebagai mantan anggota KPU," ujar dia.

Alasan kedua, Putu menilai bahwa Ahok sudah menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan yang bersih dan berani, terutama dalam upayanya melawan korupsi.

"Yang seperti ini tentu harus didukung, dan saya ingin vaksin kebaikan ini harus ditularkan ke seluruh Indonesia. Salah satunya dengan mendorong Ahok kembali memimpin Jakarta," kata Putu.

Alasan terakhir, Putu mengaku ingin memperdalam pengalamannya terjun dalam politik praktis, khususnya tentang cara mengelola calon perseorangan.

Putu yakin, jika Ahok nantinya dapat memenangi persaingan, maka hal itu akan memberi dampak pada beberapa hal. Salah satunya, semakin banyak orang baik yang akan bersemangat tampil memimpin.

Jika situasi itu terjadi, ia yakin, setiap daerah akan melahirkan banyak pemimpin yang baik dan bersih serta berdampak pada semakin sejahteranya masyarakat.

"Siapa pun yang punya niat tulus untuk memperbaiki negeri ini tidak boleh lagi diam saja, harus berpartisipasi aktif, termasuk saya karena your country needs you now!" ujar dia bersemangat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Megapolitan
Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X