Transjakarta Akan Beroperasi 24 Jam hingga ke Daerah Penyangga - Kompas.com

Transjakarta Akan Beroperasi 24 Jam hingga ke Daerah Penyangga

Kompas.com - 24/04/2016, 10:04 WIB
Kompas.com/David Oliver Purba Selasa (5/4/2016), Pemprov DKI menyiagakan 20 unit bus Transjakarta untuk menghadapi simulasi penghapusan jalur Three in One. Ada dua titik bus yang telah disiapkan yakni Bundaran Senayan dan Halte Harmoni

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mengoperasikan bus transjakarta selama 24 jam. Hal itu akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu jumlah bus.

"Bukan hanya di Jakarta, kita mau hingga daerah penyangga beroperasi 24 jam. Karena aktivitas masyarakat kita kan cukup tinggi," ujar Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Minggu (24/4/2016).

Menurut dia, saat ini interval bus antar halte sebenarnya sudah cukup baik. Apalagi dengan penambahan bus yang direncanakan mencapai 1.500 unit yang hingga kini masih berproses.

"Minggu lalu sudah 600 unit, jadi ini jalan terus, kalau bus kita sudah cukup, maka akan kita jalankan 24 jam," katanya.

Apalagi, sambung Andri, saat ini aktivitas dari daerah penyangga cukup tinggi. Sehingga jumlah bus terus diperbanyak agar mampu melayani seluruh masyarakat.

"Jadi nanti tidak ada lagi angkutan malam hari (Amari), karena sudah jalan terus. Kalau kenyamanannya sudah tinggi dan interval waktunya pendek kita yakin orang akan pilih naik bus kita," ujar Andri.


EditorAna Shofiana Syatiri

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional
1.443 Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Sigi

1.443 Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Sigi

Regional
Sembuh, Turis Rusia yang Sempat Tidur di Kuburan Berangkat ke Bali

Sembuh, Turis Rusia yang Sempat Tidur di Kuburan Berangkat ke Bali

Regional
Polisi: Motor Belok Kanan tapi Sein Kiri, Pelanggaran Kecil yang Sebabkan Kecelakaan Fatal

Polisi: Motor Belok Kanan tapi Sein Kiri, Pelanggaran Kecil yang Sebabkan Kecelakaan Fatal

Regional
Teridentifikasi dari Sidik Jari, Jenazah Pegawai Kejati Babel Korban Lion Air Dipulangkan

Teridentifikasi dari Sidik Jari, Jenazah Pegawai Kejati Babel Korban Lion Air Dipulangkan

Regional
Pengamat: KPU Jangan Ragu Ikuti Putusan MK

Pengamat: KPU Jangan Ragu Ikuti Putusan MK

Nasional

Close Ads X