Kompas.com - 26/04/2016, 18:10 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut, kurangnya sosialisasi menjadi penyebab transjakarta rute kampus Universitas Indonesia (UI)-Stasiun Manggarai sepi peminat.

"Nanti, lama-lama, kalau sudah tersosialisasi jadi baik, nanti juga ramai.... Namanya juga barang baru," kata Andri saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Saat kali pertama bus tersebut beroperasi pada Senin kemarin, peminatnya sepi. Tak ada satu pun penumpang yang naik bus itu saat Kompas.com mencoba layanan baru dari Pemprov DKI Jakarta itu.

Andri mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap layanan itu. "Nanti kita evaluasi lagi. Kita terus evaluasi," kata Andri.

Andri mengungkapkan, ia belum bisa memberikan hasil evaluasi karena hal itu dilakukan secara terintegrasi, bukan parsial per layanan rute.

Pihak Pemprov DKI juga membuka komunikasi dengan dinas perhubungan kota-kota penyangga Jakarta untuk sama-sama mencari solusi.

Transjakarta membuka enam rute baru yang mulai beroperasi pada Senin kemarin. Salah satunya adalah rute yang menghubungkan kampus UI di Depok dengan Manggarai, Jakarta Selatan.

Berdasarkan keterangan tertulis dari PT Transportasi Jakarta, bus rute kampus UI-Manggarai ini akan melewati Jalan Raya Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pasar Minggu, Pancoran, Tebet, hingga akhirnya sampai di Manggarai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulau G Sudah Lama Terkena Abrasi, Bagian Tengah Pulau Dipenuhi Air Laut

Pulau G Sudah Lama Terkena Abrasi, Bagian Tengah Pulau Dipenuhi Air Laut

Megapolitan
Sejarah Panjang Pulau G yang Kini Dipenuhi Sampah dan Terkikis Air Laut

Sejarah Panjang Pulau G yang Kini Dipenuhi Sampah dan Terkikis Air Laut

Megapolitan
Curhat Pedagang Cendera Mata di Kota Tua, Banjir Rezeki Saat Ada Rombongan Bus Pariwisata

Curhat Pedagang Cendera Mata di Kota Tua, Banjir Rezeki Saat Ada Rombongan Bus Pariwisata

Megapolitan
Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas Diduga Dicuri, Uang hingga Ponsel Raib

Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas Diduga Dicuri, Uang hingga Ponsel Raib

Megapolitan
Wali Kota Benyamin Sebut Banjir di Tangsel Terjadi akibat Masalah Drainase

Wali Kota Benyamin Sebut Banjir di Tangsel Terjadi akibat Masalah Drainase

Megapolitan
BEM SI Bakal Kembali Demo di Gedung DPR, Suarakan Isu Petani dan Tolak Kenaikan Harga BBM

BEM SI Bakal Kembali Demo di Gedung DPR, Suarakan Isu Petani dan Tolak Kenaikan Harga BBM

Megapolitan
Antisipasi Longsor di Tanjung Barat, Pemkot Jaksel Pasang Potongan Kayu Dolken

Antisipasi Longsor di Tanjung Barat, Pemkot Jaksel Pasang Potongan Kayu Dolken

Megapolitan
Hakim Ceramahi Saksi dari Kuasa Hukum Indra Kenz: Anda Berhasil 1 Tahun, Tahun Ke-2 Bunuh Diri

Hakim Ceramahi Saksi dari Kuasa Hukum Indra Kenz: Anda Berhasil 1 Tahun, Tahun Ke-2 Bunuh Diri

Megapolitan
Ini Pengakuan Sopir Truk yang Diinjak dan Dipermalukan Wakil Ketua DPRD Depok

Ini Pengakuan Sopir Truk yang Diinjak dan Dipermalukan Wakil Ketua DPRD Depok

Megapolitan
Kondisi Terkini Pulau G: Dipenuhi Sampah, Ditumbuhi Rerumputan, dan Terkikis Air Laut

Kondisi Terkini Pulau G: Dipenuhi Sampah, Ditumbuhi Rerumputan, dan Terkikis Air Laut

Megapolitan
Ini Persoalan Mengapa Pemprov DKI Jakarta Belum Bisa Keluarkan HPL Pulau G

Ini Persoalan Mengapa Pemprov DKI Jakarta Belum Bisa Keluarkan HPL Pulau G

Megapolitan
Saringan Sampah Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah, Berikut Cara Kerjanya

Saringan Sampah Kali Ciliwung Dapat Saring hingga 52 Ton Sampah, Berikut Cara Kerjanya

Megapolitan
Anies Klaim Saringan Sampah di Ciliwung Jadi yang Pertama di Indonesia

Anies Klaim Saringan Sampah di Ciliwung Jadi yang Pertama di Indonesia

Megapolitan
Gudang Tiner di Teluknaga Terbakar, Satu Korban Luka-luka

Gudang Tiner di Teluknaga Terbakar, Satu Korban Luka-luka

Megapolitan
Terlibat Cekcok, Seorang Perempuan Ditusuk Temannya di Bagian Leher di Ratujaya Depok

Terlibat Cekcok, Seorang Perempuan Ditusuk Temannya di Bagian Leher di Ratujaya Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.