Adhyaksa Dault Gugur dalam Bursa Calon Gubernur dari Partai Demokrat

Kompas.com - 26/04/2016, 20:16 WIB
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault di rumahnya Jalan Pengadengan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (7/3/2016). Adhyaksa berniat maju sebagai calon gubernur di Pilkada DKI 2017 nanti. KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMMantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault di rumahnya Jalan Pengadengan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (7/3/2016). Adhyaksa berniat maju sebagai calon gubernur di Pilkada DKI 2017 nanti.
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Verifikasi Tim Penjaringan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Lazarus Simon Ishaq mengatakan, mantan Menpora Adhyaksa Dault tidak mengembalikan formulir penjaringan bakal calon gubernur yang diadakan Partai Demokrat hingga ditutup pada Jumat (22/4/2016) malam.

"Selama ini yang mendaftar di kami itu berjumlah dua belas orang yang mengambil formulir, dan yang mengembalikan formulir itu sepuluh orang. Salah satunya yang tidak mengembalikan formulir itu Pak Adhyaksa Dault," ujar Lazarus di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa (26/4/2016).

Dengan demikian, DPD Partai Demokrat hanya akan melakukan seleksi lanjutan terhadap sepuluh orang yang telah mengembalikan formulir. Adapun tahapan penjaringan yang kini tengah dilakukan adalah verifikasi administrasi dan faktual.

"Tentunya kami hanya melakukan seleksi itu untuk sepuluh orang," kata Lazarus. (Baca: Adhyaksa Daftar Penjaringan Bakal Cagub DKI ke Partai Demokrat)

Sepuluh nama yang telah mengembalikan formulir pendaftaran yaitu Abraham Lunggana, Hasnaeni Moein, Idris Khalid Amir, Yusril Ihza Mahendra, Biem Benjamin, Muhammad Idris, Teguh Santosa, Kwik Siong We, dan Sandiaga Uno, yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur, serta Benny Mokalu yang mendaftar sebagai bakal calon wakil gubernur.

Sementara dua orang lainnya yang tidak mengembalikan formulir adalah Adhyaksa dan Tahir Mahmud. Keduanya dinyatakan gugur karena tidak mengembalikan formulir pendaftaran.

"Tahir Mahmud dan Adhyaksa Dault belum mengembalikan. Kami tunggu sampai jam 11 (malam), kalau tidak (kembalikan formulir) berarti gugur," kata Ketua Tim Penjaringan Demokrat Raja Mantan Purba, Jumat (22/4/2016) lalu.

Adhyaksa Dault diketahui telah mengambil formulir ke Partai Demokrat sejak pendaftaran dibuka pertama kali pada Jumat (8/4/2016). (Baca: Dari Lulung, Yusril, Adhyaksa, sampai Sandiaga Daftar Penjaringan Cagub Demokrat)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TMII Batasi Pengunjung Maksimal 20.000 Orang Per Hari Saat New Normal

TMII Batasi Pengunjung Maksimal 20.000 Orang Per Hari Saat New Normal

Megapolitan
PSBL Akan Diterapkan di 62 RW Zona Merah di Jakarta, Ini Daftarnya

PSBL Akan Diterapkan di 62 RW Zona Merah di Jakarta, Ini Daftarnya

Megapolitan
Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

Megapolitan
Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

Megapolitan
Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Megapolitan
PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

Megapolitan
Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

Megapolitan
150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Megapolitan
Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Megapolitan
SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

Megapolitan
Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Megapolitan
Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X