Kompas.com - 28/04/2016, 16:46 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung (pakai kemeja hijau) saat mendaftar calon gubernur dari DPD Demokrat DKI Jakarta, di Kantor DPD Demokrat DKI Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (12/4/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung (pakai kemeja hijau) saat mendaftar calon gubernur dari DPD Demokrat DKI Jakarta, di Kantor DPD Demokrat DKI Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (12/4/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Abraham Lunggana atau Lulung akan menyerahkan hasil survei yang dilakukan relawannya sendiri, yaitu Suka Haji Lulung, kepada Partai Demokrat yang saat ini melakukan proses penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

 

Lulung telah mendaftar pada penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrat dan Kamis (28/4/2016) ini menjalani proses verifikasi faktual yang dilakukan Demokrat.

"Bang Haji (Lulung) relatif cukup lengkap (berkasnya). Tapi ada beberapa yang harus dilengkapi, (yaitu) SPT terakhir dan hasil survei," kata Ketua Bidang Verifikasi Tim Penjaringan Demokrat Lazarus Simon Ishaq di kediaman Lulung, Kamis, saat melakukan verifikasi faktual.

Lulung kemudian menanyakan soal lembaga survei yang bisa dipakai. Lazarus menjawab bahwa Lulung bebas memakai lembaga survei mana saja.

Hasil survei itu menjadi salah satu penilaian Demokrat. Aspek yang dinilai antara lain elektabilitas dan popularitas.

"Tapi kami juga ada survei dan verifikasi sendiri ke lapangan sebagai perbandingan. Terutama verifikasi di lingkungan sekitar rumah calon," kata Lazarus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lulung menegaskan, dia akan memakai hasil survei dari relawannya sendiri. Metode surveinya cukup sederhana, yakni dengan cara menanyakan apakah mengenal dan akan memilih Lulung menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

Ia tidak menyebutkan teknis survei itu seperti jumlah responden dan tingkat kesalahan survei.

"Saya mengamati survei yang ada saat ini dan tidak yakin. Oleh karena itu saya mau buat survei dari PPP, terutama dari Suka Haji Lulung," kata Ketua DPW PPP DKI Jakarta ini.

Selain Demokrat, Lulung juga mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Megapolitan
Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Megapolitan
Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Megapolitan
Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Megapolitan
Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Megapolitan
Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Megapolitan
Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Megapolitan
Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.