Kompas.com - 30/04/2016, 21:40 WIB
Kepadatan di Stasiun Manggarai pada Senin (7/9/2015). Belum tampak adanya KRL jenis SF12 diperasikan. Aldo FenalosaKepadatan di Stasiun Manggarai pada Senin (7/9/2015). Belum tampak adanya KRL jenis SF12 diperasikan.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Kereta rel listrik (KRL) sering antre saat masuk Stasiun Manggarai. Para penumpang sudah tak asing dengan kondisi itu. Peristiwa tersebut berulang dan hampir terjadi setiap pagi dan sore hari.

Apa sebenarnya penyebab antrean KRL itu?

Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek M Fadhil mengungkapkan, hanya ada tujuh jalur yang tersedia di Stasiun Manggarai. Ketujuh jalur itu telah dibagi untuk relasi yang ada. Misalnya, ada tiga jalur yang dipakai untuk kereta dari dan ke arah Stasiun Tebet-Bogor.

"Dari arah Stasiun Bekasi, bisa tiga jalur. Nah dari arah Stasiun Cikini, KRL tujuan Bogor harus masuk jalur enam, enggak bisa masuk jalur lain. Itu cuma satu jalur karena sinyalnya enggak bisa," kata Fadhil di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Sabtu (30/4/2016).

KRL dengan relasi itu harus bergantian dengan relasi dari Stasiun Sudirman menuju Stasiun Bogor. KRL relasi itu hanya bisa masuk jalur enam atau tujuh. Fadhil mengakui, tumpang tindih jalur itu yang menyebabkan KRL antre.

Saat ini, ia mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan langkah lain, selain tidak menambah perjalanan. Kendati demikian, Fadhil mengungkapkan solusi jangka panjang yang dikerjakan pemerintah di Stasiun Manggarai. Solusi tersebut adalah membangun Stasiun Manggarai menjadi tiga lantai.

"Nah, dengan dibangunnya (Stasiun) Manggarai jadi tiga lantai, akan mengubah sistem itu," kata Fadhil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah pembangunan selesai, Fadhil mengatakan, akan ada sepuluh jalur di lantai bawah yang akan digunakan KRL. Sementara itu, kereta api jarak jauh akan menggunakan jalur atas.

"Maka dari itu, kami optimistis, itu bagian dari solusi," kata Fadhil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadin DKI: Tuntutan Buruh agar UMP Jadi Rp 5,3 Juta Memberatkan Pengusaha

Kadin DKI: Tuntutan Buruh agar UMP Jadi Rp 5,3 Juta Memberatkan Pengusaha

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Wali Kota Tangsel Minta Pemkot Serang Segera Selesaikan Masalah Penolakan Kiriman Sampah ke TPA Cilowong

Megapolitan
Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Ibu Korban Keracunan Nasi Kotak dari PSI di Koja Lapor Polisi

Megapolitan
Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Tingkat Penyidikan

Megapolitan
Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Dua Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Jalani Operasi Patah Tulang

Megapolitan
Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Heboh Penemuan Janin di Cempaka Putih, Ternyata Janin Kucing

Megapolitan
Cegah Kecelakaan, Polres Jakpus Minta Pelintasan Kereta Sebidang Ilegal Ditutup

Cegah Kecelakaan, Polres Jakpus Minta Pelintasan Kereta Sebidang Ilegal Ditutup

Megapolitan
Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Kini Bisa Keluar dalam 3 Jam, Tarif Rp 495.000

Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Kini Bisa Keluar dalam 3 Jam, Tarif Rp 495.000

Megapolitan
Namanya Dicatut dalam Proyek Pengadaan, Kepala Biro Umum Kemensos Lapor Polisi

Namanya Dicatut dalam Proyek Pengadaan, Kepala Biro Umum Kemensos Lapor Polisi

Megapolitan
Tawuran di Jalan Inspeksi Kampung Pulo, Dua Orang Diamankan

Tawuran di Jalan Inspeksi Kampung Pulo, Dua Orang Diamankan

Megapolitan
Calon Lokasi Konser BTS di Jakarta Punya Fasilitas Berstandar Internasional, Apa Saja Itu?

Calon Lokasi Konser BTS di Jakarta Punya Fasilitas Berstandar Internasional, Apa Saja Itu?

Megapolitan
Transjakarta Sebut Bus yang Kecelakaan di Cawang Laik Operasi

Transjakarta Sebut Bus yang Kecelakaan di Cawang Laik Operasi

Megapolitan
Validasi Status Vaksinasi, Kini Pembelian Tiket KA Jarak Jauh Wajib Sertakan NIK

Validasi Status Vaksinasi, Kini Pembelian Tiket KA Jarak Jauh Wajib Sertakan NIK

Megapolitan
Pengamen Tersangka Ekshibisionis di Sudirman Dijerat Pasal Berlapis

Pengamen Tersangka Ekshibisionis di Sudirman Dijerat Pasal Berlapis

Megapolitan
230 Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Pakai Layanan Hasil Tes PCR Keluar 3 Jam

230 Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Pakai Layanan Hasil Tes PCR Keluar 3 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.