Melihat Kembali Penertiban di Jakarta Utara, dari Era Jokowi hingga Ahok

Kompas.com - 03/05/2016, 06:11 WIB
Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Patung Pemuda Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2015). KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaPresiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Patung Pemuda Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2015).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak masa pemerintahan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama hingga Basuki-Djarot Saiful Hidayat di Jakarta, terhitung ada lima kali penertiban dan relokasi warga yang dilakukan di wilayah Jakarta Utara.

Lima penertiban itu dimulai dari kawasan Waduk Pluit, Kalijodo, kolong tol Sediyatmo, Pasar Ikan, dan yang sedang direncanakan saat ini, yakni Luar Batang.

Latar belakang penertiban lima wilayah tersebut berbeda-beda. Penanganan warga hingga proses dari membuka wacana sampai akhirnya warga bersedia direlokasi juga berlainan.

Seperti latar belakang penertiban Waduk Pluit yang tidak lepas dari peristiwa banjir besar di Jakarta, awal tahun 2013. Bisa dibilang, banjir besar saat itu merupakan ujian pertama bagi Jokowi dan Basuki yang baru saja dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.

Banjir besar mengepung wilayah Pluit dan sekitarnya lebih dari sepekan, dengan kedalaman bervariasi, hingga dua meter lebih. Aktivitas warga lumpuh. Banyak dari penghuni di sana terpaksa mengungsi dan menempati beberapa rumah susun milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sementara waktu.

Di titik itu, Pemprov DKI sadar, bahwa normalisasi Waduk Pluit harus segera dilakukan. Kondisi saat itu, bangunan liar berdiri memenuhi area Waduk Pluit seluas 20 hektar dari total luas 80 hektar. Dengan begitu, luas Waduk Pluit hanya tinggal sekitar 60 hektar dengan kedalaman dua meter, dari kedalaman yang seharusnya, yaitu lima meter.

Proses panjang dilalui hingga akhir tahun 2014, di mana Waduk Pluit terlihat lebih rapi dan tidak dipadati lagi oleh bangunan liar. Penghuni di sana kebanyakan sudah pindah ke rumah susun sederhana sewa di Marunda, Muara Baru, Pluit, dan rusunawa lainnya di luar Jakarta Utara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan penertiban Waduk Pluit, penertiban Kalijodo awalnya didorong oleh kecelakaan Toyota Fortuner milik Riki Agung Prasetio di Jalan Daan Mogot arah Tangerang. Saat itu, Riki habis dari salah satu kafe di Kalijodo bersama teman-temannya sebelum menabrak sepeda motor dan menewaskan empat orang, termasuk dua temannya di dalam mobil.

Dari kecelakaan yang terjadi pada awal Februari 2016, hanya butuh waktu sekitar satu bulan sebelum Pemprov DKI akhirnya meratakan lokalisasi terbesar di Jakarta setelah Kramat Tunggak dulu. Kalijodo resmi ditertibkan untuk kepentingan penghijauan oleh Gubernur Basuki pada 29 Februari 2016.

Tidak lama setelah Kalijodo, bangunan liar di kolong tol Sedyatmo, Penjaringan, ikut ditertibkan. Lebih cepat dari penertiban Kalijodo, penghuni kolong tol hanya diberi waktu untuk pindah 1x24 jam sejak rencana penertiban dikemukakan, 1 Maret 2016. (Baca: Yusril: Panglima TNI Dilematis jika Tolak Ajakan Ahok dalam Penggusuran)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Petugas Damkar Tantang Maut demi Evakuasi Korban Kebakaran Gedung Cyber

Cerita Petugas Damkar Tantang Maut demi Evakuasi Korban Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
 Reuni 212 Tahun 2021, Ketika Peserta Datang dari Segala Penjuru tapi Tak Bisa Sampai di Patung Kuda

Reuni 212 Tahun 2021, Ketika Peserta Datang dari Segala Penjuru tapi Tak Bisa Sampai di Patung Kuda

Megapolitan
Ini Alasan Polisi Tak Izinkan Aksi 212 tapi Demo Buruh Tetap Bisa Berjalan

Ini Alasan Polisi Tak Izinkan Aksi 212 tapi Demo Buruh Tetap Bisa Berjalan

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Tambah 4 Kasus di Kota Tangerang, 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Tambah 4 Kasus di Kota Tangerang, 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rencana yang Pupus akibat Tak Ada Pembangunan Masif Sumur Resapan di Jakarta Tahun Depan...

Rencana yang Pupus akibat Tak Ada Pembangunan Masif Sumur Resapan di Jakarta Tahun Depan...

Megapolitan
Ada Data Pemerintah dalam Server di Gedung Cyber, Wagub DKI Pastikan Aman

Ada Data Pemerintah dalam Server di Gedung Cyber, Wagub DKI Pastikan Aman

Megapolitan
Menghidupkan Jenama Jakarta Kota Kolaborasi

Menghidupkan Jenama Jakarta Kota Kolaborasi

Megapolitan
Wagub DKI Pastikan Jalan yang Rusak akibat Proyek Sumur Resapan Bakal Diperbaiki

Wagub DKI Pastikan Jalan yang Rusak akibat Proyek Sumur Resapan Bakal Diperbaiki

Megapolitan
2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Megapolitan
Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.