Dishub DKI Rekomendasikan "Three in One" Diberlakukan Lagi

Kompas.com - 03/05/2016, 09:56 WIB
Kepadatan di pintu keluar tol dalam kota di Semanggi, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016). Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya uji coba penghapusan sistem three in one hari ini. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAKepadatan di pintu keluar tol dalam kota di Semanggi, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016). Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya uji coba penghapusan sistem three in one hari ini.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta merekomendasikan agar three in one (3 in 1) kembali diberlakukan. Selain itu, memperluas pembatasan lalu lintas untuk sepeda motor dari Jalan Medan Merdeka Barat-Jalan MH Thamrin (Bunderan HI), Jalan Jenderal Sudirman (Bundaran Senayan).

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan, hasil evaluasi uji coba penghapusan three in one sejak 5 hingga 13 April, terjadi peningkatan kendaraan rata-rata 24,35 persen.

Sedangkan uji coba three in one pada 11, 12 dan 18 April, waktu perjalanan menunjukkan pagi hari relatif lebih lancar dibandingkan sore hari untuk arah Bundaran HI-Bundaran Senayan.

Untuk itu, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI merekomendasikan three in one kembali diberlakukan pada sore hari pukul 16.30 hingga 20.00 WIB.

"Kami juga merekomendasikan perluasan kawasan pembatasan lalu lintas untuk sepeda motor, dari Jalan Medan Merdeka Barat-MH Thamrin (Bundaran HI)-Jenderal Sudirman (Bundaran Senayan)," ujar dia, Selasa (3/5/2016).

Pengurangan jalur lambat dinilai akan mengurangi kapasitas jalan, membawa dampak terhadap penambahan waktu perjalanan, dan penurunan kecepatan. Kapasitas jalan berkurang sekitar 33,44 persen.

Andri telah menyiapkan solusinya, yakni melakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus sebelum dan sesudah masuk kawasan; merekayasa pengaturan lampu Lalu lintas sepanjang kawasan; menempatkan anggota untuk pengaturan lalu lintas sepanjang kawasan dan pada lokasi jalan alternatif.

"Meningkatan pelayanan angkutan umum Transjakarta (BRT dan non-BRT) dengan penambahan armada Transjakarta dan Berkoordinasi dengan Polri (Sterilisasi Jalur Busway) dengan melakukan penindakan pelanggaran kendaraan masuk jalur busway," ujarnya. (Dennis Destryawan)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

144 Jemaah yang Diisolasi di Masjid di Kebon Jeruk Tak Ada yang Bergejala Covid-19

144 Jemaah yang Diisolasi di Masjid di Kebon Jeruk Tak Ada yang Bergejala Covid-19

Megapolitan
BPTJ Minta Pembatasan Akses Transportasi Umum di Jabodetabek, Polisi Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

BPTJ Minta Pembatasan Akses Transportasi Umum di Jabodetabek, Polisi Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Megapolitan
BMKG: Bekasi dan Depok Hujan Ringan Siang hingga Sore Nanti

BMKG: Bekasi dan Depok Hujan Ringan Siang hingga Sore Nanti

Megapolitan
Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolsek Kembangan Dicopot

Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolsek Kembangan Dicopot

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan Larangan Kedatangan WNA

Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan Larangan Kedatangan WNA

Megapolitan
Belum Berstatus PSBB, DKI Belum Setop Transportasi Keluar-Masuk Jakarta

Belum Berstatus PSBB, DKI Belum Setop Transportasi Keluar-Masuk Jakarta

Megapolitan
Kisah Pramugara Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19...

Kisah Pramugara Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19...

Megapolitan
Abaikan Imbauan Tetap di Rumah, Dua Kelompok Tawuran di Tebet

Abaikan Imbauan Tetap di Rumah, Dua Kelompok Tawuran di Tebet

Megapolitan
Kemenhub: Pemda Dapat Batasi Transportasi Publik Setelah Berstatus PSBB

Kemenhub: Pemda Dapat Batasi Transportasi Publik Setelah Berstatus PSBB

Megapolitan
Peneliti Gabungan IPB dan UI Temukan Senyawa Antivirus Corona

Peneliti Gabungan IPB dan UI Temukan Senyawa Antivirus Corona

Megapolitan
Wakil Wali Kota: Kondisi PNS Kota Bekasi yang Terinfeksi Covid-19 Sudah Membaik

Wakil Wali Kota: Kondisi PNS Kota Bekasi yang Terinfeksi Covid-19 Sudah Membaik

Megapolitan
Sembilan Rumah di Rawa Badak Selatan Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

Sembilan Rumah di Rawa Badak Selatan Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Pria Ditangkap karena Mencuri Saat Kebakaran di Rawa Badak Selatan

Pria Ditangkap karena Mencuri Saat Kebakaran di Rawa Badak Selatan

Megapolitan
Penumpang Menurun, PT KAI Kurangi Perjalanan Kereta

Penumpang Menurun, PT KAI Kurangi Perjalanan Kereta

Megapolitan
Warga Cipinang Melayu Bangun Gapura Penyemprot Disinfektan Otomatis

Warga Cipinang Melayu Bangun Gapura Penyemprot Disinfektan Otomatis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X