Dikeluhkan "Koalisi Pejalan Kaki", Pagar Pembatas di Depan Stasiun Kota Justru Bermanfaat

Kompas.com - 07/05/2016, 19:24 WIB
Pagar pembatas dipasang diujung trotoar di depan pintu selatan Stasiun Jakarta Kota. Para pedagang asongan tampak berjualan di luar pagar pembatas, Sabtu (7/5/2016). Nursita SariPagar pembatas dipasang diujung trotoar di depan pintu selatan Stasiun Jakarta Kota. Para pedagang asongan tampak berjualan di luar pagar pembatas, Sabtu (7/5/2016).
Penulis Nursita Sari
|
EditorSabrina Asril

"Enggak (terganggu) sih, justru kita aman, lebih tertib. Kebetulan aku dari Asemka langsung masuk terowongan (TPO). Lebih tertib jadinya, lebih bagus," ujar Lina (40) kepada Kompas.com di Stasiun Kota, Sabtu sore.

Menurut Lina, sebelum pagar pembatas dipasang, banyak pedagang asongan yang berjualan di sepanjang trotoar. Hal itu membuat pejalan kaki tidak leluasa dan terganggu.

Sementara setelah dipasang pagar pembatas, para pedagang asongan itu menjajakan barang dagangannya di luar pagar.

"Pedagang asongan juga kan jadi ada batasnya. Enggak naik ke trotoar. Kalau dulu kan pedagang asongan pada naik (trotoar). Kalau dulu bingung," kata warga yang tinggal di Kebon Nanas, Jakarta Timur, itu.

Warga lainnya, Ratno (36), menyatakan hal serupa. Dia telah merasakan perbedaan sebelum dan sesudah dipasangnya pagar pembatas.

"Kalau yang aku lihat sekarang enggak masalah. Justru lebih tertib ya, mbak. Enggak masalah karena kita ngelihatnya lebih rapi malah. Kalau dulu justru jalannya malah macet, karena justru pas kita keluar (stasiun), angkotnya udah pada ngetem di depan," kata lelaki asal Depok tersebut.

Warga lebih nyaman

Senada dengan Ratno dan Lina, Ratna (52) menyebut dapat berjalan lebih nyaman di trotoar setelah pagar pembatas dipasang. Hanya saja, dia terkadang kelelahan harus berjalan lebih jauh untuk mencapai stasiun.

"Kalau masalah pagar ini sih enggak terganggu, justru nyaman ya. Cuma jalannya jauh sekali. Kalau bisa dikasih pintu (di antara pagar pembatas) soalnya kalau ke terowongan capek naiknya," tutur Ratna.

Dengan adanya pagar pembatas di depan stasiun, kata Ratna, dia mengaku jalanan lebih tertib dan terbebas dari penjambret yang sering berkeliaran di sekitar stasiun.

"Ini menghindari dari segala hal yang gak diinginkan pejalan kaki. Kalau dulu semrawut yang jualan. Sekarang leluasa untuk pejalan kaki, kalau dulu leluasa untuk penjambret," kata wanita paruh baya yang pernah hampir kecopetan sebelum pagar pembatas dipasang itu.

Pantauan Kompas.com, banyak pedagang asongan yang kini berjualan di luar pagar pembatas, tepatnya di pinggir ruas jalan arah Pinangsia.

Depan pintu selatan Stasiun Kota steril dari para pedagang. Barulah sekitar 40 meter ke arah timur dari pintu selatan stasiun beberapa pedagang berjualan di trotoar.

Para pejalan kaki pun tampak santai berjalan dari arah timur maupun TPO menuju stasiun. Namun, beberapa warga memang terlihat memanjat pagar untuk segera mencapai pintu stasiun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 18 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Megapolitan
BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

Megapolitan
Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Megapolitan
Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Megapolitan
Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Megapolitan
Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Megapolitan
Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Megapolitan
Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Megapolitan
Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Megapolitan
Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Megapolitan
Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Megapolitan
Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Megapolitan
Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X