Kompas.com - 09/05/2016, 12:35 WIB
Anak-anak warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, mendapatkan trauma healing dari organisasi Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Jumat (15/4/2016). Nursita SariAnak-anak warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, mendapatkan trauma healing dari organisasi Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Jumat (15/4/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak sekolah yang jadi korban penggusuran di kawasan Pasar Ikan, Jakarta Utara, tetap dapat menjalankan ujian nasional seperti biasa walau mereka sudah direlokasi ke Rusunawa Marunda dan Rawa Bebek.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Arie Budiman, mengatakan mereka tetap melaksanakan ujian di sekolah asal mereka.

"Baru setelah itu PPDB (penerimaan peserta didik baru) nya mereka di Jaktim. Mereka sudah mendaftar untuk masuk kelas X SMA/SMK dan kelas VII SMP di Jakarta Timur," kata Arie, kepada Kompas.com, Senin (9/5/2016).

Ada delapan anak yang mendaftar untuk bersekolah kelas VII di SMP. Kemudian empat anak SMP yang mendaftar untuk bersekolah di kelas X SMA/SMK.

"Semuanya masih akan mengambil ujiannya di sekolah lama. Untuk siswa yang tidak ikut ujian, sudah bersekolah di Jakarta Timur," kata Arie.

Nursita Sari Anak-anak warga Pasar Ikan yang direlokasi ke Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, berangkat sekolah menggunakan bus sekolah dari halaman rusun, Rabu (20/4/2016).
Murid kelas VI SD mendaftar di SMP 284, SMP 172, dan SMP 146. Sementara bagi murid IX SMP mendaftar di SMA 76 dan SMA 11.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Budi Sulistiono, menjelaskan anak-anak korban penggusuran yang direlokasi ke Rusun Marunda melaksanakan UN di SMP 266, Cilincing. Ada empat murid yang melaksanakan UN hari ini. Sementara urusan administrasi masih berada di sekolah lama.

"Kalau murid kelas 1 dan 2 langsung mutasi (ke SMP 266). Contoh di kami ada 35 anak PAUD di rusun Marunda, siswa SD ada 30 anak ditampung di SD Marunda 02, SMA di SMA 114, dan SMK nya di SMK 49 karena anaknya jurusan ekonomi, bisnis manajemen," kata Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Megapolitan
Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Megapolitan
2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

2 Pemuda Penabrak Tim Patroli Presisi Polda Metro Jaya di Tanjung Priok Kedapatan Bawa Sabu

Megapolitan
Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Beratnya Jadi Pejalan Kaki di Jakarta, Kota yang Tidak Dirancang untuk Manusia

Megapolitan
Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Pertahakan Motor dari Rampasan Begal, Seorang Remaja di Tapos Dibacok

Megapolitan
Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Banjir di Tegal Alur Surut, Tinggal Permukiman di Bantaran Kali Semongol Masih Tergenang

Megapolitan
Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Mulanya Hendak Diberhentikan, 2 Remaja Justru Tabrak Anggota Patroli Presisi Polda Metro di Tanjung Priok

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Akui Tak Sanggup Lagi Gali Lubang Tutup Lubang

Megapolitan
Sopir Mobil Mabuk Tabrak Pemotor di Jalan Sudirman, Lalu Kabur dan Tabrak 3 Kendaraan Lain

Sopir Mobil Mabuk Tabrak Pemotor di Jalan Sudirman, Lalu Kabur dan Tabrak 3 Kendaraan Lain

Megapolitan
Jalan Green Boulevard BSD City Direncanakan Jadi Lokasi 'Street Race'

Jalan Green Boulevard BSD City Direncanakan Jadi Lokasi "Street Race"

Megapolitan
Sopir Mobil Diduga Mabuk Tabrak 4 Kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman

Sopir Mobil Diduga Mabuk Tabrak 4 Kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Megapolitan
Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.