Kompas.com - 10/05/2016, 09:30 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memutuskan untuk menunda penggusuran permukiman warga di atas lahan milik PD PAM Jaya di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penyebabnya ialah karena belum tersedia rumah susun untuk relokasi warga dan lahannya pun bukan lahan yang mendesak untuk segera digunakan.

"Saya tanya sama camat dan wali kota ada apa, apakah begitu penting? Kan saya sampaikan yang prioritas kita gusur adalah kalau mau normalisasi sungai, waduk atau (ruang terbuka) hijau. Itu yang penting yang akan kita tertibkan. Itu pun harus ada rusun," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (10/5/2016).

Menurut Ahok, PD PAM Jaya sebenarnya sudah menunjukkan bukti sertifikat atas lahan itu. Kepada Ahok, PD PAM menyatakan ingin menjadikan lahan tersebut sebagai ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) karena peruntukannya berada di atas lahan hijau.

Selain itu, kata Ahok, para warga yang tinggal di sana juga disebutnya bukan pegawai ataupun keluarga dari pegawai PD PAM, melainkan orang lain yang dulunya menyewa dari keluarga pegawai PD PAM.

Namun, Ahok menyatakan, semua warga yang bermukim di sana sudah memiliki KTP DKI. Atas dasar itu, ia menegaskan penggusuran harus dibarengi dengan penyediaan rusun.

"Kalau ada KTP DKI, ya wajib juga menyediakan walaupun prioritas bawah. Kalau belum ada rusun, ya tunda dulu," ujar Ahok.

Kompas TV Warga Lauser Tolak Digusur!
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari Kursi Dewan DKI, Riano P Ahmad: Fokus Kembalikan Kejayaan PPP

Mundur dari Kursi Dewan DKI, Riano P Ahmad: Fokus Kembalikan Kejayaan PPP

Megapolitan
Polisi Sebut Dua dari Empat Begal di Sawah Besar Positif Narkoba

Polisi Sebut Dua dari Empat Begal di Sawah Besar Positif Narkoba

Megapolitan
Rapat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan JIS Diskors, Komisi B DPRD DKI Ungkap Alasannya

Rapat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan JIS Diskors, Komisi B DPRD DKI Ungkap Alasannya

Megapolitan
PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas WFO 100 Persen

PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas WFO 100 Persen

Megapolitan
Satu Keluarga Terlibat Kecelakaan di Cipondoh Tangerang, Ibu Tewas Terlindas Truk

Satu Keluarga Terlibat Kecelakaan di Cipondoh Tangerang, Ibu Tewas Terlindas Truk

Megapolitan
Kapal Ikan Terbakar di Dermaga Timur Penjaringan, Api Muncul dari Ruang Mesin

Kapal Ikan Terbakar di Dermaga Timur Penjaringan, Api Muncul dari Ruang Mesin

Megapolitan
Jakpro Tak Bisa Tinggikan Dinding Tribune di JIS, Ini Alasannya...

Jakpro Tak Bisa Tinggikan Dinding Tribune di JIS, Ini Alasannya...

Megapolitan
Menkumham Yasonna Laoly Digugat ke PTUN DKI karena Turunkan Jabatan Salah Satu Pegawainya

Menkumham Yasonna Laoly Digugat ke PTUN DKI karena Turunkan Jabatan Salah Satu Pegawainya

Megapolitan
Masih Kesulitan Ungkap Pelaku Hipnotis Nenek 78 Tahun di Koja, Polisi: Gambar CCTV Pecah

Masih Kesulitan Ungkap Pelaku Hipnotis Nenek 78 Tahun di Koja, Polisi: Gambar CCTV Pecah

Megapolitan
PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas Restoran dan Warteg Tetap 100 Persen

PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas Restoran dan Warteg Tetap 100 Persen

Megapolitan
Cerita Pemuda Rela Antre sejak Pagi di Pameran Bursa Kerja, Demi Melamar Jadi 'Cleaning Service'

Cerita Pemuda Rela Antre sejak Pagi di Pameran Bursa Kerja, Demi Melamar Jadi "Cleaning Service"

Megapolitan
Kawanan Ojol Ringkus Begal di Sawah Besar, Keberadaan Pelaku Terlacak dari Sinyal Ponsel Rampasan

Kawanan Ojol Ringkus Begal di Sawah Besar, Keberadaan Pelaku Terlacak dari Sinyal Ponsel Rampasan

Megapolitan
JNE Kubur Bansos Presiden di Depok, Kemensos: Kami Tidak Kerjasama dengan Ekspedisi Itu...

JNE Kubur Bansos Presiden di Depok, Kemensos: Kami Tidak Kerjasama dengan Ekspedisi Itu...

Megapolitan
Dinas Lingkungan Hidup: Udara di Jakarta Tidak Bagus, tapi Tidak Begitu Banget

Dinas Lingkungan Hidup: Udara di Jakarta Tidak Bagus, tapi Tidak Begitu Banget

Megapolitan
PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas Mal Tetap 100 Persen

PPKM Level 1 Jakarta Diperpanjang, Kapasitas Mal Tetap 100 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.