Boni Hargens: Yusril dan Ahmad Dhani Hanya Catatan Kaki untuk Lawan Ahok

Kompas.com - 10/05/2016, 13:27 WIB
Artis musik Ahmad Dhani disambangi oleh pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra di kediamannya, di Jalan Pinang Mas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANArtis musik Ahmad Dhani disambangi oleh pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra di kediamannya, di Jalan Pinang Mas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Boni Hargens menilai, sulit bagi bakal calon gubernur yang berencana maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang untuk melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Boni menilai, sosok Ahok masih menjadi figur yang kuat untuk melawan bakal calon yang saat ini semakin banyak.

Menurut Boni, sosok Ahok tetap kuat menjadi calon gubernur DKI karena calon lainnya belum memiliki pengalaman yang cukup dalam birokrasi pemerintahan.

Salah satu kinerja Ahok yang dinilai Boni baik, antara lain, penggusuran Kalijodo hingga pembersihan Kali Ciliwung.

Boni bahkan sempat menyentil bakal bakal calon gubernur Yusril Ihza Mahendra dan Ahmad Dhani yang dinilai hanya sebagai pemanis dalam Pilkada 2017 mendatang.

"Dibanding Ahok, yang lain hanya catatan kaki. Orang seperti Yusril dan Ahmad Dhani, mereka hanya catatan kaki untuk melawan Ahok," ujar Boni dalam diskusi calon gubernur di Gedung Joang 45, Selasa (10/5/2016).

Pernyataan tersebut, menurut Boni, berdasarkan survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, salah satunya Populi Center yang menyatakan bahwa elektabilitas pesaing Ahok, seperti Yusril dan Ahmad Dhani, masih berada di bawah Ahok, bahkan tak lebih dari 10 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Megapolitan
Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Bromob

Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Bromob

Megapolitan
Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Megapolitan
Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Megapolitan
WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

Megapolitan
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Megapolitan
Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Megapolitan
Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Danau Setu Pedongkelan

Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Danau Setu Pedongkelan

Megapolitan
Beredar Foto Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Beredar Foto Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Narkoba yang Diselundupkan 4 WNA Disebut untuk Stok Tahun Baru

Narkoba yang Diselundupkan 4 WNA Disebut untuk Stok Tahun Baru

Megapolitan
Dampak Dua Proyek Flyover, Macet di Poltangan dan Depan Kampus IISIP

Dampak Dua Proyek Flyover, Macet di Poltangan dan Depan Kampus IISIP

Megapolitan
WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

WNA Afrika Ditangkap karena Selundupkan Narkoba di Balik Pakaian Dalam

Megapolitan
Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

Normalisasi Situ dan Sungai Jadetabek, Sampah Rumah Tangga dan Lumpur Dikeruk

Megapolitan
12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

12 Oknum Satpol PP DKI Diduga Terlibat Pembobolan ATM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X