"Teman Ahok" Pakai Strategi Kumpulkan 1 Juta Data KTP, Bukan Datangi Jalan Pramuka

Kompas.com - 13/05/2016, 11:47 WIB
Komunitas Teman Ahok usai memenuhi undangan makan siang dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin (25/1/2016). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAHKomunitas Teman Ahok usai memenuhi undangan makan siang dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin (25/1/2016).
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik sempat menyinggung soal mudahnya mengumpulkan 1 juta data KTP, yakni dengan datang ke Jalan Pramuka. Namun, strategi itu bukan yang digunakan "Teman Ahok" untuk mendapatkan fotokopi KTP warga Jakarta yang mendukung Ahok-Heru.

Juru bicara "Teman Ahok", Amalia Ayuningtyas, mengatakan, pengumpulan 1 juta data KTP dukungan untuk pasangan independen pada Pilkada DKI 2017 tidak mudah. Sebab, ada beberapa syarat dari KPUD yang harus dipenuhi.

"Kalau dari Teman Ahok, kita sadar kalau pengumpulan KTP untuk independen itu syaratnya sulit dan berat," ujar Amalia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/5/2016).

Untuk mengumpulkan KTP dan meloloskannya di KPUD, Amalia menyebut Teman Ahok memiliki beberapa strategi yang mereka lakukan.

"Makanya, kalau dari kita, kalau dari jumlah KTP-nya sendiri kita naikkan dari 532 (juta), kita penuhi 1 juta supaya nanti kalau memang ada katakanlah yang tidak lolos, kita masih punya back-up," kata dia.

Selain menargetkan pengumpulan data KTP di atas batas minimum yang ditetapkan KPUD untuk pasangan cagub-cawagub independen, Teman Ahok pun mengandeng pendamping ahli agar KTP yang telah mereka kumpulkan lolos di KPUD.

"Yang kedua, dari segi legalisasi formulir dan pengarsipannya kan kita juga dibantu sekarang nih sama pendamping ahli, ada Pak Putu Artha (I Gusti Putu Artha, mantan komisioner KPU) yang sekarang bantu Teman Ahok di bidang regulasi dan administrasi. Jadi, nanti pengisian form-nya, rekapannya seperti apa, itu kan kita dibantu," kata Amalia.

Teman Ahok juga memastikan setiap formulir dukungan yang diisi masyarakat selalu dikontrol. Hal itu dilakukan agar KPUD dapat melakukan verifikasi dengan mudah.

"Kita kan kalau pengumpulan KTP yang terakhir ini secara kualitas, kita kontrol kan. Kayak misalnya kita mendorong orang untuk mengisi nomor handphone supaya nanti kalau verifikasi faktual dari KPUD itu akan mempermudah KPUD-nya untuk memverifikasi. Secara kualitas bagus kok untuk pengumpulan KTP ini," ujar Amalia.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik sempat menyinggung soal mudahnya mengumpulkan 1 juta data KTP. Dia menyebut perihal Teman Ahok yang terus mengumpulkan data KTP untuk Ahok-Heru maju pada Pilkada 2017 melalui jalur independen.

Taufik menuturkan, pengumpulan KTP itu sangat mudah. Yang sulit adalah meloloskan hasil pengumpulan data KTP tersebut di KPUD. (Baca: Taufik: Kumpulkan 1 Juta KTP Gampang, Tinggal ke Jalan Pramuka)

"Ngumpulin 1 juta KTP itu gampang, tinggal datang ke (Jalan) Pramuka, bikin sendiri, dan fotokopi sendiri. Saya ingatkan kepada teman-teman saya dari Nasdem dan Hanura," ucapnya sambil tertawa, Minggu (8/5/2016).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

Megapolitan
7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

Megapolitan
Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

Megapolitan
Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

Megapolitan
Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

Megapolitan
Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

Megapolitan
Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

Megapolitan
[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

[VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

Megapolitan
Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

Megapolitan
Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

Megapolitan
Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

Megapolitan
Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

Megapolitan
7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

Megapolitan
Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

Megapolitan
Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X